ilustrasi emosi (pexels.com/Yan Krukau)
Getaran saat emosi juga termasuk dalam kategori tremor fisiologis, yaitu kondisi normal yang bisa dialami siapa saja. Tremor ini biasanya muncul saat tubuh berada dalam kondisi tertentu seperti kelelahan, lapar, atau emosi yang intens. Meski terasa mengganggu, kondisi ini umumnya tidak berbahaya.
Selama tidak terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain yang berat, tremor ini masih dianggap wajar. Tubuh hanya sedang menyesuaikan diri terhadap perubahan yang terjadi secara cepat. Setelah emosi mereda, getaran biasanya ikut menghilang tanpa perlu penanganan khusus.
Tubuh yang bergetar saat emosi bukan tanda kelemahan, melainkan bentuk respons alami yang menunjukkan sistem tubuh sedang bekerja lebih cepat dari biasanya. Selama dipahami dengan baik, kondisi ini bisa dihadapi tanpa rasa khawatir berlebihan. Lalu, ketika tubuh mulai memberi sinyal seperti ini, apakah sudah cukup peka untuk mengenali apa yang sedang terjadi di dalam diri?
Referensi
"Anger and how to deal with it." Mental Health Foundation. Diakses pada April 2026.
"Anxiety Shaking: Causes, Symptoms, and How to Stop It." Med Vidi. Diakses pada April 2026.
"How To Manage Anxiety and Fight or Flight Response To Stop Shaking When You Feel Nervous." Better Help. Diakses pada April 2026.
"Physiology, Stress Reaction." Stat Pearls. Diakses pada April 2026.