Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Latihan Glutes Bikin Paha Ikut Besar? Ini Faktanya!
ilustrasi latihan glutes (unsplash.com/Benjamin Klaver)
  • Latihan glutes atau otot bokong, seperti squat dan lunges, juga mengaktifkan otot paha, sehingga keduanya berkembang bersamaan akibat pembagian beban tubuh saat bergerak.

  • Teknik latihan yang kurang tepat membuat otot paha bekerja lebih dominan dibanding glutes, terutama jika posisi lutut dan dorongan tidak dikontrol dengan benar.

  • Pertumbuhan pada paha terjadi karena semua otot yang terlibat merespons beban latihan, apalagi jika aktivasi glutes belum optimal atau variasi gerakan masih kurang seimbang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Glutes dikenal sebagai otot bokong yang terdiri dari beberapa bagian utama dan berperan penting dalam gerakan tubuh, mulai dari berdiri, berjalan, hingga menjaga postur tetap tegak. Saat mulai fokus melatih glutes, banyak orang justru menyadari perubahan pada area paha yang terlihat ikut membesar.

Kondisi ini sering menimbulkan kebingungan karena target latihan awalnya hanya ingin membentuk bokong. Perubahan tersebut sebenarnya berkaitan dengan cara kerja otot dan teknik latihan yang dilakukan. Berikut penjelasan yang bisa membantu memahami hal ini lebih jelas.

1. Latihan glutes melibatkan otot paha dalam satu gerakan

ilustrasi latihan glutes (unsplash.com/Lucy Dunne)

Gerakan seperti squat, lunges, dan hip thrust pada dasarnya bukan latihan yang benar-benar mengisolasi satu otot saja. Dalam satu repetisi, otot bokong bekerja bersama paha depan dan paha belakang untuk menghasilkan dorongan tenaga. Tubuh secara alami membagi beban agar gerakan tetap stabil dan tidak membebani satu titik saja.

Ketika latihan dilakukan secara rutin, otot paha ikut menerima tekanan yang cukup besar dari setiap gerakan. Hal ini membuat paha ikut berkembang seiring peningkatan kekuatan glutes. Semakin sering latihan dengan repetisi tinggi, semakin besar pula kemungkinan otot paha ikut menebal.

2. Teknik latihan memengaruhi fokus kerja otot

ilustrasi latihan glutes (unsplash.com/Vitaly Gariev)

Posisi tubuh saat latihan sangat menentukan otot mana yang bekerja lebih dominan. Banyak orang tidak menyadari bahwa sudut lutut, posisi kaki, hingga arah dorongan dapat mengubah distribusi beban. Akibatnya, latihan yang seharusnya fokus ke glutes justru lebih banyak melibatkan paha.

Sebagai contoh, squat dengan lutut terlalu maju akan membuat paha depan bekerja lebih keras. Sebaliknya, jika dorongan difokuskan dari tumit, aktivasi glutes bisa lebih terasa. Perbedaan kecil ini sering diabaikan, padahal dampaknya cukup besar terhadap hasil latihan. Teknik yang kurang tepat membuat paha berkembang lebih cepat dibanding glutes.

3. Beban latihan merangsang pertumbuhan semua otot yang terlibat

ilustrasi latihan glutes (unsplash.com/ŞULE MAKAROĞLU)

Penggunaan beban tambahan memang efektif untuk membentuk glutes, tetapi efeknya tidak hanya terjadi pada satu area. Setiap otot yang ikut bekerja akan menerima rangsangan untuk berkembang. Tubuh merespons beban dengan meningkatkan kekuatan dan ukuran otot secara bersamaan.

Otot paha yang terlibat dalam gerakan otomatis ikut beradaptasi terhadap beban tersebut. Jika intensitas latihan terus meningkat, pertumbuhan otot paha juga akan mengikuti. Hal ini sering dianggap sebagai efek samping, padahal merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh. Tanpa disadari, paha menjadi lebih berisi karena terus menerima tekanan latihan.

4. Aktivasi glutes belum optimal saat latihan dilakukan

ilustrasi latihan glutes (unsplash.com/Nate Johnston)

Tidak semua orang langsung bisa merasakan kerja glutes saat latihan, terutama bagi pemula. Dalam banyak kasus, otot yang lebih kuat seperti paha akan mengambil alih peran utama. Akibatnya, latihan terasa berat di paha, bukan di bokong.

Kurangnya fokus pada kontraksi otot glutes membuat hasil latihan tidak sesuai target. Tanpa aktivasi yang tepat, tubuh cenderung menggunakan jalur termudah untuk menyelesaikan gerakan. Ini membuat paha terus bekerja lebih dominan dari waktu ke waktu. Jika kondisi ini dibiarkan, perkembangan paha akan lebih cepat dibanding glutes.

5. Komposisi latihan belum seimbang antara compound dan isolasi

ilustrasi latihan glutes (unsplash.com/CATHY PHAM)

Banyak program latihan hanya berfokus pada gerakan besar tanpa mempertimbangkan keseimbangan kerja otot. Latihan compound memang efektif, tetapi tidak selalu memastikan glutes bekerja maksimal. Tanpa latihan isolasi, otot lain bisa lebih dominan dalam setiap gerakan.

Menambahkan gerakan seperti glute bridge atau kickback membantu mengarahkan fokus ke otot bokong. Latihan ini membuat glutes bekerja lebih spesifik tanpa terlalu banyak melibatkan paha. Dengan kombinasi yang tepat, hasil latihan bisa lebih sesuai dengan tujuan awal. Tanpa variasi tersebut, paha cenderung berkembang lebih cepat karena terus aktif dalam setiap sesi.

Perubahan pada paha saat melatih glutes merupakan hal yang wajar karena tubuh bekerja secara menyeluruh dalam setiap gerakan. Kunci utamanya terletak pada teknik, variasi latihan, dan kesadaran dalam mengaktifkan otot yang ditargetkan. Jadi, sudah yakin latihan yang dilakukan benar-benar fokus ke glutes?

Referensi

"Why Are My Thighs Getting Bigger From Exercise?" Everyday Health. Diakses pada April 2026.

"The Reason Your Squats Aren't Growing Your Glutes—And How to Fix It." NIKE. Diakses pada April 2026.

"The Truth Behind Glute Gains". South Shore Fit. Diakses pada April 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team