Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Pilates Banyak Menggunakan Gerakan Lambat?
ilustrasi pilates (pexels.com/Lê Đức)
  • Gerakan lambat dalam pilates mengurangi momentum, sehingga otot bekerja dari awal hingga akhir gerakan sambil menjaga stabilitas tubuh.

  • Tempo terkontrol memudahkan peserta menjaga teknik, posisi tulang belakang dan panggul, serta koordinasi gerakan dengan napas, termasuk saat memakai reformer.

  • Gerakan perlahan memperpanjang kerja otot, meningkatkan kesadaran tubuh, dan tetap menantang; namun tempo latihan dapat disesuaikan dengan pengalaman, kondisi, serta tujuan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau pernah mengikuti kelas pilates, kamu mungkin menyadari bahwa gerakannya terlihat sederhana, tetapi justru terasa makin berat ketika dilakukan perlahan. Alih-alih bergerak cepat dan mengejar banyak repetisi, pilates mengajak tubuh melakukan setiap gerakan dengan kontrol, napas yang teratur, dan posisi tubuh yang tepat.

Lantas, kenapa pilates banyak menggunakan gerakan lambat? Ternyata, tempo yang terkontrol bukan cuma ciri khas pilates. Cara ini membantu tubuh bekerja lebih terarah sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap setiap gerakan.

1. Gerakan lambat mengurangi bantuan momentum

Saat bergerak cepat, tubuh bisa memanfaatkan momentum untuk menyelesaikan sebagian gerakan. Akibatnya, otot yang seharusnya bekerja mungkin tidak mendapatkan beban secara optimal.

Gerakan yang dilakukan perlahan membuat momentum menjadi lebih kecil. Otot harus bekerja untuk memulai, mengontrol, hingga menyelesaikan gerakan. Dengan begitu, tubuh tidak sekadar mengayunkan anggota badan untuk mencapai posisi tertentu.

Contohnya bisa terlihat saat melakukan leg lift. Ketika kaki diangkat secara perlahan, otot perut dan pinggul perlu menjaga panggul tetap stabil. Sebaliknya, jika kaki diayunkan dengan cepat, sebagian gerakan dapat terbantu oleh momentum.

2. Membantu menjaga teknik tetap tepat

Pilates sangat memperhatikan posisi tulang belakang, panggul, bahu, hingga cara bernapas. Detail seperti ini tentu lebih sulit diperhatikan ketika tubuh bergerak terburu-buru.

Tempo yang lebih lambat memberikan waktu untuk memastikan setiap bagian tubuh berada pada posisi yang sesuai. Hal ini juga membantu seseorang menyadari ketika tubuh mulai melakukan kompensasi, misalnya panggul ikut bergerak ketika seharusnya tetap stabil.

Pada pilates yang menggunakan alat seperti reformer, kontrol bahkan menjadi makin penting. Pegas dan tali memberikan resistensi yang dapat membuat gerakan terasa lebih menantang. Bergerak dengan tempo terkontrol membantu tubuh mengikuti jalur gerakan dengan lebih stabil.

3. Membuat otot bekerja lebih lama

ilustrasi gerakan pilates reformer (pexels.com/Gustavo Fring)

Gerakan lambat juga berkaitan dengan istilah time under tension, yaitu lamanya otot berada dalam kondisi bekerja selama latihan. Satu repetisi yang dilakukan perlahan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan repetisi yang dilakukan dengan cepat. Artinya, otot dapat berada di bawah ketegangan lebih lama sebelum satu repetisi selesai.

Kondisi ini dapat membuat otot lebih cepat lelah dan menantang daya tahan otot. Perubahan kecepatan gerakan dapat memengaruhi durasi satu set dan tuntutan latihan terhadap otot. Namun, gerakan yang lebih lambat tidak otomatis menjadi pilihan terbaik untuk setiap tujuan kebugaran.

Dalam pilates, tujuan utamanya juga bukan mengangkat beban seberat mungkin. Tubuh memanfaatkan berat badan, pegas, posisi tubuh, dan pengulangan gerakan untuk menciptakan tantangan.

4. Meningkatkan kesadaran terhadap tubuh

Ada alasan lain mengapa gerakan lambat penting dalam pilates, yaitu membantu seseorang lebih menyadari apa yang terjadi pada tubuhnya. Ketika bergerak perlahan, kamu memiliki lebih banyak kesempatan untuk merasakan posisi sendi, keseimbangan, ketegangan otot, hingga perubahan postur. Kesadaran terhadap posisi dan gerakan tubuh ini berkaitan dengan proprioception.

Karena itu, konsentrasi menjadi bagian dari latihan. Kamu perlu memperhatikan bagaimana tubuh bergerak sekaligus mempertahankan koordinasi antara gerakan dan pernapasan. Pola pernapasan yang teratur juga membantu seseorang tetap fokus dan mengurangi kecenderungan menahan napas saat melakukan gerakan yang terasa berat.

5. Jangan mengira gerakan lambat berarti mudah

Inilah yang sering membuat pilates bisa terasa mengejutkan bagi pemula. Dari luar, gerakannya mungkin terlihat ringan. Namun, ketika dilakukan dengan benar dan perlahan, otot perut, bokong, bahu, pinggul, serta otot yang membantu menstabilkan tulang belakang dapat bekerja cukup keras.

Ketika tubuh tidak mengandalkan momentum, kontrol menjadi lebih penting. Gerakan kecil pun bisa terasa melelahkan karena otot harus mempertahankan posisi tubuh sekaligus menggerakkan anggota tubuh lainnya.

Pilates terbukti memberikan manfaat terhadap daya tahan otot perut, fleksibilitas, dan keseimbangan dinamis. Meski begitu, bukan berarti pilates sudah pasti lebih unggul dibandingkan semua bentuk latihan lainnya. Manfaatnya juga dapat berbeda tergantung program latihan dan karakteristik pesertanya.

6. Apakah semua gerakan pilates harus lambat?

ilustrasi mat pilates (pexels.com/Ahmet Kurt)

Pilates tidak selalu dilakukan dalam tempo yang sangat pelan. Beberapa sesi dapat menggunakan transisi yang lebih cepat atau rangkaian gerakan yang mengalir untuk meningkatkan tantangan dan membuat latihan terasa lebih dinamis.

Meski begitu, kecepatan tetap bukan tujuan utama. Bahkan ketika tempo meningkat, gerakan sebaiknya tetap dilakukan dengan kontrol dan teknik yang baik.

Kecepatan yang tepat juga bergantung pada jenis latihan, tingkat pengalaman, kondisi tubuh, serta tujuan masing-masing orang. Pemula mungkin membutuhkan tempo lebih lambat untuk memahami teknik, sementara peserta yang sudah berpengalaman dapat melakukan rangkaian gerakan dengan tempo yang lebih dinamis.

Jadi, jangan tertipu oleh gerakan pilates yang terlihat kecil atau sederhana. Gerakan lambat justru membuat kontrol menjadi sumber tantangan. Dalam pilates, yang paling penting adalah seberapa baik kamu mampu mengendalikan setiap gerakan.

Referensi

Form Pilates. Diakses pada Agustus 2026. "Why We Tell You to Slow Down and Move with Awareness: The Science Behind Mindful Movement."

Healthline. Diakses pada Agustus 2026. "What Is Somatic Pilates?"

Pilates with Hols. Diakses pada Agustus 2026. "Why Slow Movement in Pilates is Powerful."

Premium Pilates & Fitness. Diakses pada Agustus 2026. "Embracing the Power of Slow in Pilates."

Remix Modern Pilates. Diakses pada Agustus 2026. "The Importance of Slow Controlled Movements for Maximum Results from Pilates."

Curated For You

Editorial Team

Related Article