ilustrasi mat pilates (pexels.com/Ahmet Kurt)
Pilates tidak selalu dilakukan dalam tempo yang sangat pelan. Beberapa sesi dapat menggunakan transisi yang lebih cepat atau rangkaian gerakan yang mengalir untuk meningkatkan tantangan dan membuat latihan terasa lebih dinamis.
Meski begitu, kecepatan tetap bukan tujuan utama. Bahkan ketika tempo meningkat, gerakan sebaiknya tetap dilakukan dengan kontrol dan teknik yang baik.
Kecepatan yang tepat juga bergantung pada jenis latihan, tingkat pengalaman, kondisi tubuh, serta tujuan masing-masing orang. Pemula mungkin membutuhkan tempo lebih lambat untuk memahami teknik, sementara peserta yang sudah berpengalaman dapat melakukan rangkaian gerakan dengan tempo yang lebih dinamis.
Jadi, jangan tertipu oleh gerakan pilates yang terlihat kecil atau sederhana. Gerakan lambat justru membuat kontrol menjadi sumber tantangan. Dalam pilates, yang paling penting adalah seberapa baik kamu mampu mengendalikan setiap gerakan.
Referensi
Form Pilates. Diakses pada Agustus 2026. "Why We Tell You to Slow Down and Move with Awareness: The Science Behind Mindful Movement."
Healthline. Diakses pada Agustus 2026. "What Is Somatic Pilates?"
Pilates with Hols. Diakses pada Agustus 2026. "Why Slow Movement in Pilates is Powerful."
Premium Pilates & Fitness. Diakses pada Agustus 2026. "Embracing the Power of Slow in Pilates."
Remix Modern Pilates. Diakses pada Agustus 2026. "The Importance of Slow Controlled Movements for Maximum Results from Pilates."