10 Makanan dan Minuman Sehat yang Baik untuk Ginjal Kamu

Penting untuk menjaga kesehatan ginjal melalui konsumsi makanan dan minuman bergizi seperti buah beri, ikan tuna, jus jeruk, oregano, serta air putih yang membantu fungsi penyaringan tubuh.
Beberapa bahan alami seperti jeruk bali, kembang kol, putih telur, kubis, dan kacang macadamia disebut bermanfaat karena rendah fosfor, kalium, serta mengandung antioksidan yang mendukung kerja ginjal.
Peningkatan kasus penyakit ginjal menjadi pengingat bahwa pola makan berperan besar dalam menjaga fungsi organ vital ini agar tetap sehat dan terhindar dari risiko kerusakan.
Kamu tahu tidak kalau ginjal itu membantu menjaga tekanan darah agar tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah? Benar banget! Selain menjadi bagian penting dari sistem endokrin kamu (yaitu bagian tubuh yang bertanggung jawab untuk membuang limbah), ginjal juga menghasilkan hormon yang diperlukan agar tekanan darah normal, sebagaimana yang dijelaskan National Kidney Foundation. Ginjal juga sangat penting untuk kesehatan tulang kamu, serta memastikan tubuh kamu memiliki jumlah sel darah merah yang tepat.
Yap, ginjal sangat penting untuk kesehatan. Nah, seperti semua bagian tubuh manusia lainnya, makanan dan minuman yang kita konsumsi dapat memengaruhinya, lho. Jadi, ada beberapa makanan atau minuman yang tidak baik untuk tubuh dan sebaliknya. Kira-kira apa ya, makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan ginjal?
Table of Content
1. Buah beri

Buah-buahan kecil yang terkadang manis dan asam ini biasanya ditemukan dalam berbagai makanan sehat. Bisa tebak buah apa? Yap, buah beri. Meskipun baik untuk kesehatan otak, beri juga sangat baik untuk ginjal kamu, lho. Hal ini karena kandungan nutrisinya maupun karena kandungan yang tidak ada di dalamnya.
Ambil contoh cranberry. Buah beri merah kecil ini punya senyawa yang sangat penting untuk kesehatan sistem endokrin kamu. Dikenal sebagai proantosianidin tipe A, komponen dalam cranberry ini mampu membersihkan bakteri berbahaya dari kandung kemih dan saluran kemih. Ingat, ginjal kamu terhubung dengan sistem pembuangan limbah ini, jadi membunuh bakteri jahat bisa mengurangi kemungkinan terkena infeksi.
Selain cranberry, Healthline menunjukkan bahwa blueberry juga baik untuk ginjal kamu, karena (seperti cranberry) hanya mengandung sedikit fosfor, natrium, dan kalium. Meskipun ketiganya merupakan komponen umum dalam makanan dan minuman, mengonsumsinya dalam jumlah besar dapat membebani ginjal. Selain itu, sejenis antioksidan yang ditemukan dalam blueberry dapat mengurangi risiko terkena diabetes, masalah jantung, dan beberapa jenis kanker, serta mempertajam pikiran.
2. Ikan tuna

Baik dalam sushi gulung atau ikan segar, tuna adalah ikan yang lezat, mudah didapatkan, dan kaya nutrisi. Seperti yang dijelaskan oleh Medical News Today, tuna merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik, karena punya dampak positif pada kesehatan seseorang. Dalam hal ginjal, omega-3 terbukti memperbaiki tekanan darah tinggi. Nah, karena masalah tekanan darah bisa meningkatkan peluang seseorang terkena penyakit ginjal, jadi menjaga kadar tekanan darah tetap stabil penting untuk kesehatan ginjal, nih. Selain itu, omega-3 membantu mengatasi penyakit lain seperti penyakit radang usus dan detak jantung abnormal.
3. Jus jeruk

Dikutip WebMD, ada sebuah studi yang melibatkan 13 individu yang menjalani diet ramah ginjal dengan meminum jus jeruk, limun, atau air sebanyak tiga kali sehari selama seminggu. Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa meskipun jus jeruk dan limun sama-sama buah sitrus, tapi hanya jus jeruk yang menurunkan peluang peserta dalam mengembangkan batu ginjal. Nah, jus jeruk, seperti jus sitrus lainnya, mengandung sitrat, yang dapat menurunkan keasaman dalam urin. Dalam prosesnya, hal ini bisa mengurangi risiko terkena batu ginjal. Bahkan, jus jeruk terkadang direkomendasikan untuk pasien yang pernah menderita batu ginjal, tetapi tidak dapat mentolerir suplemen kalium sitrat.
4. Oregano

Herba oregano sebenarnya termasuk dalam keluarga mint, lho. Oregano rupanya tidak hanya mengatur kadar gula darah, tapi juga bisa memperbaiki beberapa kerusakan pada ginjal, nih. Sebab, kadar glukosa darah yang tinggi (alias gula darah) punya dampak buruk pada ginjal. Jadi, pembuluh darah yang terletak di ginjal dapat menyempit, membuat aliran darah berkurang dan ginjal mengalami kerusakan.
Namun, sebuah studi oleh Mohamed Mohamed Soliman, dkk., berjudul "Origanum Majoranum Extract Modulates Gene Expression, Hepatic and Renal Changes in a Rat Model of Type 2 Diabetes" (2016), dalam Iranian Journal of Pharmaceutical Research pada hewan pengerat, ditemukan bahwa unsur-unsur dalam oregano punya banyak dampak positif pada tubuh, termasuk membantu penyembuhan jaringan ginjal yang rusak. Selain itu, data studi tersebut mendukung bahwa oregano membantu mengatasi kondisi yang berhubungan langsung dengan diabetes tipe 2 yang disebut resistensi insulin, di mana tubuh tidak bisa lagi memproses gula dengan benar. Faktanya, para penulis studi tersebut mengatakan bahwa lebih dari satu jenis oregano saat ini digunakan untuk mencegah lonjakan kadar gula darah.
5. Jeruk bali

Jeruk bali adalah salah satu anggota keluarga jeruk yang disukai atau mungkin tidak kamu suka. Yap, rasanya yang manis, asam, dan bahkan pahit membuat sebagian orang tidak suka. Namun, meskipun bukan jeruk favorit kamu, kamu wajib mengonsumsinya demi kesehatan ginjal.
Seperti yang dikutip Men's Health, jeruk bali mengandung zat yang disebut naringenin. Zat ini bisa mengurangi kemungkinan terbentuknya kista pada ginjal. Ingat, kista adalah kantung yang terbentuk pada organ, dan dalam beberapa kasus dapat menyebabkan ginjal berhenti berfungsi.
Selain itu, dikutip situs web Dr. Andrew Weil, naringenin bisa membantu mengatur insulin dan lonjakan gula darah yang terjadi tepat setelah makan. Ini berarti senyawa yang ditemukan dalam jeruk bali punya potensi baik untuk menjaga berat badan. Juga, bisa mengurangi kemungkinan terkena tekanan darah tinggi, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2, yang semuanya berdampak negatif pada ginjal.
6. Air putih

Kamu mungkin pernah mengabaikan makanan atau minuman yang sebenarnya baik untuk tubuh. Contohnya minum cukup air setiap hari. Namun, di luar pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik, air sangat penting untuk menjaga ginjal agar tetap sehat dan kuat. Dikutip Mayo Clinic, jenis batu ginjal yang paling umum adalah batu kalsium, yang terbuat dari kalsium dan zat-zat seperti fosfor dan oksalat. Jumlah vitamin D yang banyak juga bisa meningkatkan kemungkinan terbentuknya batu kalsium, yang sangat menyakitkan saat dikeluarkan.
Namun, perlu diakui kalau pola makan merupakan faktor dalam pembentukan batu ginjal. Akan tetapi, dehidrasi dan batu ginjal saling berkaitan. Bahkan, untuk menghindari batu ginjal, Healthline merekomendasikan untuk minum lebih dari delapan gelas air per hari, karena air mengencerkan dan melemahkan zat-zat dalam tubuh yang bisa berubah menjadi endapan batu ginjal.
Selain membantu mencegah batu ginjal, minum air punya manfaat lainnya untuk ginjal kamu, lho. Yap, membersihkannya. Ingat, ginjal menyaring limbah dari tubuh dan juga obat-obatan. Itu sebabnya, minum cukup air bisa membantu menjaga ginjal kamu tetap bersih dan berfungsi normal.
7. Kembang kol

Kembang kol sering ditemui diberbagai makanan. Kamu bisa temukan kembang kol di sayur sup. Kembang kol sebaiknya masuk ke dalam daftar makanan kamu karena membantu menjaga kesehatan ginjal, lho.
Seperti yang dijelaskan Healthline, rahasia di balik potensi kembang kol untuk menjaga kesehatan ginjal adalah antioksidan yang disebut sulforafan. Penelitian telah menemukan bahwa mengonsumsi makanan yang kaya sulforafan dapat mengurangi kemungkinan terkena diabetes. Nah, karena penyakit ginjal bisa menjadi komplikasi diabetes, kembang kol ternyata bisa mencegah kerusakan ginjal akibat kadar glukosa darah tinggi. Namun, perlu dicatat bahwa penelitian ini berfokus pada studi hewan.
Selain menjaga fungsi ginjal dengan baik, sulforafan dalam kembang kol juga membantu melindungi tubuh dari berbagai jenis kanker, nih, termasuk leukemia dan melanoma, serta kanker payudara, prostat, usus besar, dan pankreas. Penelitian tersebut juga mendukung adanya hubungan antara mengonsumsi antioksidan ini dan menurunkan risiko terkena penyakit jantung serta tekanan darah tinggi karena bisa membantu menjaga kesehatan sistem peredaran darah. Selain itu, kembang kol merupakan sumber serat dan nutrisi yang baik seperti vitamin B, C, dan K.
8. Putih telur

Seperti yang dijelaskan UCLA, tubuh kita membutuhkan sejumlah fosfor untuk berbagai fungsi, termasuk perkembangan tulang. Namun, ketika kita mengonsumsi terlalu banyak fosfor dari makanan dan minuman, ginjal kita bertugas menyaring fosfor berlebih dari sistem tubuh sebelum menyebabkan masalah seperti serangan jantung atau stroke. Jadi jika kamu mengonsumsi makanan tinggi fosfor, itu bisa ngasih tekanan ekstra pada ginjal kamu.
Selain faktor fosfor, putih telur juga rendah kalium, mineral yang juga membebani ginjal, terutama jika ginjal tidak berfungsi normal. Ditambah lagi, putih telur rendah kalsium. Jadi, meskipun punya banyak manfaat kesehatan, telur bisa menjadi masalah jika dikonsumsi dalam jumlah banyak bagi pasien penyakit ginjal.
9. Kubis atau kol

Kubis atau kol adalah sumber nutrisi yang luar biasa. Tetapi yang sangat penting tentang kubis adalah kandungan kalium dan fosfornya yang rendah. Kandungan ini tidak baik dalam jumlah tinggi bagi seseorang dengan penyakit ginjal.
Selain itu, kubis menyehatkan bakteri baik dalam sistem pencernaan kamu. Kubis menjadi pilihan yang baik bagi seseorang yang menjalani diet ramah ginjal. Tapi WebMD menjelaskan jika seseorang alergi terhadap makanan seperti kembang kol, brokoli, atau kubis, kubis wajib dihindari karena semua sayuran ini berasal dari famili Brassicaceae/Cruciferae.
10. Kacang macadamia

Menurut Verywell Health, kacang macadamia bisa menjadi pilihan yang baik untuk seseorang dengan penyakit ginjal kronis. Sebab, kacang populer ini lebih rendah fosfor dan kalium dibandingkan dengan anggota keluarga kacang lainnya. Rupanya, 100 gram kacang macadamia mengandung 188 miligram fosfor dan 368 miligram kalium. Selain bagus untuk pasien penyakit ginjal kronis, kacang macadamia juga membantu mengelola kolesterol. Namun, sebaiknya berkonsultasi dengan profesional medis, ya.
Belakangan ini, penyakit yang berhubungan dengan ginjal acap kali terdengar. Apalagi setelah meninggalnya penyanyi terkenal Vidi Aldiano akibat kanker ginjal. Cukup mengejutkan, tapi rupanya peningkatan penyakit ginjal memang ramai terjadi. Itulah sebabnya, apa yang kita konsumsi rupanya sangat memengaruhi.



![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Bocorkan Responsmu saat Tertekan](https://image.idntimes.com/post/20220311/whatsapp-image-2022-03-11-at-112034-am-1-68380bd095c0dd0760a7d48c486cb7e1.jpeg)



![[QUIZ] Dari Kondisi Mentalmu Sekarang, Ini Jenis Journaling yang Paling Pas](https://image.idntimes.com/post/20251029/pexels-keira-burton-6147039_9e3c9828-6693-454f-9691-e7632647e775.jpg)









