Salah satu manfaat yang paling terkenal dari jahe dan bawang putih adalah kemampuannya untuk mengurangi peradangan atau inflamasi.
Berdasarkan laporan dalam jurnal Oncotarget tahun 2018, inflamasi atau peradangan kronis terkait dengan perkembangan banyak penyakit, termasuk penyakit jantung dan kanker tertentu.
Bawang putih dan jahe mengandung senyawa antiinflamasi kuat yang mungkin bisa membantu menghambat protein pro-inflamasi yang terkait dengan peradangan kronis. Menariknya, cara mengolah bawang putih yang berbeda bisa menghasilkan jenis senyawa organosulfur antiinflamasi.
Berdasarkan laporan dalam jurnal Journal of Immunology Research tahun 2015, bawang putih segar mengandung:
- S-allyl-L-cysteine sulfoxide (alliin)
- γ-glutamyl cysteine derivatives
Sementara itu, bawang putih bubuk mengandung senyawa:
- Alliin
- Diallyl disulfide (DADS)
Bawang putih giling menawarkan:
- Senyawa keluarga sulfida
- Dithiines
- Senyawa (E–Z)-ajoene
Menurut jurnal Foods tahun 2018, jahe juga diperkaya senyawa antiinflamasi, termasuk senyawa fenolik gingerols dan shogaols.
Dilansir Healthline, sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa jahe dan bawang putih memiliki efek antiinflamasi.
Sebagai contoh, penelitian telah menunjukkan bahwa bawang putih dan jahe mengurangi penanda peradangan pada manusia. Kedua makanan tersebut menurunkan kadar protein pro-inflamasi:
- Tumor necrosis factor alpha (TNF-α)
- Interleukin-6 (IL-6)
- High-sensitivity C-reactive protein (hs-CRP)
Sebuah tinjauan ilmiah dari 27 studi berkualitas tinggi menemukan bahwa mengonsumsi suplemen bawang putih bisa menurunkan CRP secara signifikan. Ditemukan juga bahwa jenis suplemen bawang putih lainnya, dinamakan ekstrak aged garlic, secara signifikan mengurangi CRP and TNF-α. Ini diterbitkan dalam jurnal Diabetes & Metabolic Syndrome tahun 2020.
Ada pula tinjauan terhadap 109 studi berkualitas tinggi lainnya dalam jurnal Nutrients tahun 2019 yang menemukan bahwa jahe secara spesifik efektif ketika orang dengan artritis menggunakannya untuk mengurangi inflamasi dan nyeri.
Belum diketahui efek dari kombinasi jahe dan bawang putih terhadap inflamasi pada manusia. Namun, berdasarkan penelitian yang sudah ada, sangat mungkin penggunaan keduanya bersama dapat membantu menurunkan penanda inflamasi.