Kebijakan kerja dari rumah atau working from home (WFH) menjadi sorotan, seiring langkah pemerintah yang mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) bekerja dari rumah setiap hari Jumat untuk efisiensi bahan bakar.
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) juga mengimbau kebijakan WFH swasta satu hari dalam sepekan. Imbauan ini diharapkan dapat dijalankan dengan mempertimbangkan kondisi operasional masing-masing perusahaan.
Kebijakan WFH tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor M/6/HK.04/III/2026 tentang Work From Home dan Program Optimasi Pemanfaatan Energi di Tempat Kerja.
Di balik kebijakan WFH sehari dalam sepekan ini, sebenarnya bagaimana dampaknya bagi kesehatan karyawan? Bagi sebagian orang, WFH terasa lebih ringan dan fleksibel, tetapi bagi yang lain batas antara kerja dan kehidupan pribadi justru menjadi kabur.
Buat yang perusahaannya menerapkan WFH, yuk cek di bawah ini apa saja manfaat WFH bagi kesehatan karyawan, dengan catatan jika dilakukan dengan benar.
