Nyeri betis tidak selalu berasal dari soleus. Gastrocnemius, tendon Achilles, jaringan sekitar tulang, dan pembuluh darah juga dapat menimbulkan keluhan serupa.
Pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan jika nyeri menetap, berulang, menyebabkan pincang, disertai memar atau bengkak, atau membuat pelari tidak mampu melakukan dorongan dengan kaki.
Cedera soleus juga dapat sulit terlihat melalui pemeriksaan awal dan dalam beberapa kasus memerlukan pencitraan seperti MRI.
Segera cari pertolongan medis jika betis membengkak pada satu sisi, terasa hangat atau kemerahan, atau nyeri muncul tanpa penyebab yang jelas. Jika keluhan tersebut disertai sesak napas mendadak atau nyeri dada, jangan menganggapnya sebagai cedera olahraga karena itu bisa berkaitan dengan bekuan darah.
Meski tidak seterkenal gastrocnemius, tetapi otot soleus bekerja hampir terus-menerus saat berlari. Memahami perannya dapat membantu pelari membedakan pegal yang wajar dari keluhan yang perlu diperhatikan, sehingga masalah yang menetap tidak terus diabaikan.
Referensi
Alvaro F. Siedi et al., “Posterior Leg Pain: Understanding Soleus Muscle Injuries,” RadioGraphics 42, no. 3 (2022): 778–788, https://doi.org/10.1148/rg.210133.
Carles Pedret et al., “Return to Play After Soleus Muscle Injuries,” Orthopaedic Journal of Sports Medicine 3, no. 7 (2015): 2325967115595802, https://doi.org/10.1177/2325967115595802.
Kim Hébert-Losier et al., “Analysis of Knee Flexion Angles During 2 Clinical Versions of the Heel Raise Test to Assess Soleus and Gastrocnemius Function,” Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy 41, no. 7 (2011): 505–513, https://doi.org/10.2519/jospt.2011.3489.
Mayo Clinic, “Shortness of Breath: Causes and Definition,” Mayo Clinic, diakses September 2026.