Beberapa langkah ini dapat membantu:
Gunakan antiperspiran atau deodoran secara merata. Pastikan kedua sisi mendapatkan jumlah yang sama.
Jaga kebersihan ketiak. Mandi secara teratur dan bersihkan area ketiak dengan baik.
Pertimbangkan mencukur rambut ketiak. Beberapa penelitian menunjukkan langkah ini dapat mengurangi bau badan.
Gunakan pakaian yang menyerap keringat. Bahan yang baik membantu mengurangi kelembapan berlebih.
Perhatikan kondisi kulit. Jika ada ruam, benjolan, atau nyeri, jangan hanya menutupi bau dengan deodoran.
Beda bau ketiak kanan dan kiri umumnya bukan masalah. Penyebabnya bisa berasal dari perbedaan jumlah bakteri, produksi keringat, penggunaan tangan dominan, kepadatan rambut ketiak, hingga kebiasaan sehari-hari.
Yang perlu diingat, bau badan sebenarnya lebih banyak ditentukan oleh aktivitas bakteri dibanding jumlah keringat itu sendiri. Karena itu, dua ketiak yang tampak sama dari luar dapat menghasilkan aroma yang berbeda karena memiliki ekosistem mikroba yang tidak identik.
Namun, jika perubahan bau terjadi secara mendadak atau disertai gejala lain seperti nyeri, benjolan, atau infeksi, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Referensi
Chris Callewaert et al., “Characterization of Staphylococcus and Corynebacterium Clusters in the Human Axillary Region,” PLoS ONE 8, no. 8 (August 12, 2013): e70538, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0070538.
Elizabeth C. Townsend and Lindsay R. Kalan, “The Dynamic Balance of the Skin Microbiome Across the Lifespan,” Biochemical Society Transactions 51, no. 1 (January 6, 2023): 71–86, https://doi.org/10.1042/bst20220216.
Yi Liu et al., “A Human Skin Microbiome Reference Catalog and the Skin Microbial Landscape of Plateau Adults,” iMetaOmics. 2, no. 2 (February 11, 2025): e70000, https://doi.org/10.1002/imo2.70000.
L. B. Noerreslet, M. L. Clausen, and T. Agner, “The Human Skin Microbiome,” in The Skin Microbiome Manual, 2025, 41–64, https://doi.org/10.1007/978-3-031-82689-4_2.
Stuart Shear, “Andrews’ Diseases of the Skin: Clinical Dermatology,” JAMA 307, no. 1 (January 4, 2012): 92, https://doi.org/10.1001/jama.2011.1941.
V. P. J. Marti et al., “Effect of Shaving on Axillary Stratum Corneum,” International Journal of Cosmetic Science 25, no. 4 (August 1, 2003): 193–98, https://doi.org/10.1046/j.1467-2494.2003.00186.x.
Myriam Troccaz et al., “Mapping Axillary Microbiota Responsible for Body Odours Using a Culture-independent Approach,” Microbiome 3, no. 1 (January 23, 2015): 3, https://doi.org/10.1186/s40168-014-0064-3.