Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Penyebab Begah Setelah Berbuka Puasa dan Cara Mengatasinya
ilustrasi begah (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Banyak orang mengalami begah setelah berbuka puasa karena pola makan yang kurang tepat, seperti makan terlalu cepat atau dalam porsi besar.
  • Konsumsi berlebihan minuman manis, gorengan, dan makanan rendah serat turut memperparah rasa penuh di perut setelah berbuka.
  • Mengatur porsi, makan perlahan, menambah serat, serta cukup minum air putih jadi kunci agar perut tetap nyaman saat berbuka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Begah atau rasa penuh di perut setelah berbuka puasa sering dialami banyak orang. Kondisi ini biasanya muncul karena pola makan yang kurang tepat saat berbuka. Padahal, berbuka seharusnya jadi momen menyegarkan tubuh setelah seharian berpuasa. Supaya tidak mengganggu kenyamanan, mari kita bahas penyebab begah dan cara mengatasinya agar perut tetap terasa ringan.

1. Makan terburu-buru

ilustrasi seseorang makan terlalu cepat. (freepik.com/studioredcup)

Saat berbuka, rasa lapar sering membuat orang makan dengan terburu-buru. Akibatnya, udara ikut masuk ke dalam perut dan menimbulkan rasa begah. Pencernaan pun jadi bekerja lebih keras. Cobalah makan perlahan dan kunyah makanan dengan baik. Cara ini membantu tubuh lebih mudah mencerna makanan. Dengan begitu, perut terasa lebih nyaman setelah berbuka.

2. Porsi makanan berlebihan

Seporsi makanan dengan lauk sehat. (pexels.com/iconest)

Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar sekaligus bisa membuat perut terasa penuh. Pencernaan tidak siap menerima beban makanan yang terlalu banyak setelah berpuasa. Hal ini memicu rasa begah dan tidak nyaman.

Lebih baik berbuka dengan porsi kecil terlebih dahulu. Setelah itu, beri jeda sebelum makan makanan utama. Cara ini membantu tubuh beradaptasi dan mencegah perut terasa sesak.

3. Terlalu banyak minuman manis

Jus buah dengan chia seed. (pexels.com/The Lazy Artist Gallery)

Minuman manis memang menyegarkan, tapi jika berlebihan bisa membuat perut cepat penuh. Kandungan gula tinggi juga bisa memicu rasa tidak nyaman. Energi memang naik, tapi perut jadi terasa berat.

Batasi konsumsi minuman manis saat berbuka. Pilih air putih atau jus buah segar sebagai alternatif. Dengan begitu, tubuh tetap segar tanpa menimbulkan rasa begah.

4. Kurang mengonsumsi serat

Mangkuk salad segar dengan sayuran hijau dan potongan buah. (pexels.com/Jill Wellington)

Makanan rendah serat membuat pencernaan bekerja lebih lambat. Akibatnya, perut terasa penuh dan begah setelah berbuka. Serat penting untuk membantu makanan bergerak lebih lancar di sistem pencernaan.

Tambahkan buah dan sayur ke menu berbuka. Kandungan seratnya membantu perut lebih nyaman. Selain itu, tubuh juga mendapat vitamin tambahan yang mendukung kesehatan.

5. Konsumsi gorengan berlebihan

gorengan (pexels.com/Lukas Blazek)

Gorengan memang jadi favorit saat berbuka, tapi minyak berlebih bisa membuat perut cepat begah. Lemak yang sulit dicerna membuat perut terasa berat. Kondisi ini sering jadi penyebab utama rasa tidak nyaman setelah berbuka. Batasi gorengan dan pilih makanan yang lebih sehat seperti ikan panggang atau tumisan sayur. Menu ini lebih ringan untuk pencernaan. Perut pun terasa lebih lega setelah berbuka.

6. Kurang minum air putih

Segelas air putih. (pexels.com/Lisa)

Air putih membantu melancarkan pencernaan dan mencegah rasa penuh. Jika tubuh kekurangan cairan, makanan lebih sulit dicerna. Akibatnya, perut terasa begah setelah berbuka. Biasakan minum air putih sebelum dan sesudah makan. Cara ini membantu tubuh tetap segar dan pencernaan lebih lancar. Perut pun terasa lebih ringan sepanjang malam.

Begah setelah berbuka puasa sebenarnya bisa dicegah dengan pola makan yang lebih bijak. Mulai dari mengatur porsi, memilih makanan sehat, hingga cukup minum air putih, semua berperan penting untuk menjaga kenyamanan perut. Jadi, nikmati momen berbuka dengan cara yang lebih tenang agar tubuh tetap segar dan siap menjalani ibadah puasa berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team