ilustrasi stres berlebihan (freepik.com/katemangostar)
Pernah tiba-tiba ingin ngemil saat sedang banyak pikiran atau merasa lelah secara mental? Kondisi emosional seperti stres, cemas, atau bosan sering kali membuat seseorang mencari makanan sebagai bentuk pelarian sementara. Makanan tertentu memang dapat memberikan rasa nyaman sesaat sehingga keinginan untuk makan menjadi lebih sulit dikendalikan.
Meski terasa seperti lapar sungguhan, keinginan makan yang muncul saat sedang stres atau banyak pikiran sering kali lebih berkaitan dengan kondisi emosional daripada kebutuhan tubuh akan makanan. Jika kebiasaan ini terus terjadi, seseorang bisa lebih sering makan tanpa sadar dan semakin sulit mengenali apakah yang dirasakan benar-benar lapar atau hanya dorongan sesaat untuk mencari rasa nyaman. Karena itu, memahami apa yang memicu stres dan menemukan cara lain untuk menenangkan diri dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan ngemil di malam hari.
Rasa lapar di malam hari memang tidak selalu menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan lebih banyak makanan. Dalam banyak kasus, kondisi ini justru berkaitan dengan pola makan, kebiasaan sehari-hari, hingga faktor emosional yang sering luput dari perhatian. Dengan mengenali penyebabnya sejak awal, kamu bisa mengelola rasa lapar dengan lebih bijak sekaligus menjaga pola makan tetap sehat dan seimbang.
Referensi
“A Single Night of Sleep Deprivation Increases Ghrelin Levels and Feelings of Hunger in Normal-Weight Healthy Men.” Journal of Sleep Research. Diakses Juni 2026.
“Sleep Deprivation and Central Appetite Regulation.” Nutrients. Diakses Juni 2026.
“Eating and Sleeping—Their Relationship to Ghrelin and Leptin.” American Journal of Physiology-Regulatory, Integrative and Comparative Physiology. Diakses Juni 2026.