Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Studi Ungkap Risiko Jantung pada Si Tukang Begadang

Seorang perempuan begadang main HP.
ilustrasi begadang main HP (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya sih...
  • Orang yang terbiasa aktif larut malam cenderung memiliki kesehatan jantung lebih buruk, menurut temuan penelitian.
  • Risiko gangguan jantung terlihat lebih kuat pada perempuan.
  • Faktor gaya hidup seperti kurang tidur dan merokok berperan besar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kebiasaan begadang sering dianggap sebagai pilihan gaya hidup. Ada yang merasa lebih produktif pada malam hari, lebih fokus setelah matahari terbenam, atau justru baru punya waktu luang saat semua orang terlelap. Namun, studi terbaru menunjukkan bahwa jam aktif seseorang ternyata tidak hanya memengaruhi rutinitas harian, tetapi juga kesehatan jantung dalam jangka panjang.

Studi yang dipublikasikan pada 28 Januari dalam Journal of the American Heart Association ini menemukan bahwa orang dewasa paruh baya hingga lanjut usia yang cenderung lebih aktif pada malam hari memiliki kesehatan jantung yang lebih buruk dibanding mereka yang aktif lebih pagi. Dampak ini terlihat paling kuat pada perempuan.

Temuan ini menyoroti peran penting kronotipe (kecenderungan alami seseorang untuk tidur dan bangun pada jam tertentu) dalam menentukan risiko kesehatan kardiovaskular di masa depan.

Risiko jantung terlihat jelas pada orang yang suka begadang

Penelitian ini menganalisis data lebih dari 300.000 orang dewasa yang tergabung dalam basis data UK Biobank, dengan usia rata-rata sekitar 57 tahun. Para peserta dikelompokkan berdasarkan ritme harian mereka: tipe pagi, tipe malam, dan tipe menengah.

Sekitar 8 persen peserta mengidentifikasi diri sebagai “tipe malam sejati”, yang biasanya tidur sangat larut—bahkan hingga pukul 2 dini hari—dan merasa paling aktif pada malam hari. Sebaliknya, sekitar 24 persen adalah “tipe pagi sejati” yang terbiasa bangun dan tidur lebih awal. Sisanya berada di kelompok menengah, di antara keduanya atau lebih fleksibel.

Kesehatan jantung dinilai menggunakan Life’s Essential 8 dari American Heart Association (AHA), yang mencakup pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, kualitas tidur, serta indikator kesehatan seperti berat badan, tekanan darah, kolesterol, dan kadar gula darah.

Hasilnya cukup konsisten: tipe malam memiliki kemungkinan 79 persen lebih tinggi untuk mendapatkan skor kesehatan jantung yang buruk dibandingkan kelompok menengah. Mereka juga memiliki risiko 16 persen lebih tinggi mengalami serangan jantung atau stroke selama masa pemantauan sekitar 14 tahun.

Menariknya, hubungan antara kebiasaan aktif pada malam hari dan buruknya kesehatan jantung terlihat lebih kuat pada perempuan. Sementara itu, orang yang tergolong tipe pagi justru memiliki prevalensi kesehatan jantung buruk yang sedikit lebih rendah dibanding kelompok menengah.

Faktor risiko yang bisa diubah

Seorang laki-laki begadang main game.
ilustrasi begadang main game (freepik.com/freepik)

Para peneliti menjelaskan bahwa salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksinkronan ritme sirkadian. Jam biologis tubuh manusia secara alami selaras dengan siklus terang–gelap. Ketika seseorang terbiasa terjaga dan aktif hingga larut malam, ritme internal ini bisa bertabrakan dengan tuntutan kehidupan sehari-hari.

Akibatnya, tipe malam cenderung memiliki pola tidur yang kurang atau tidak teratur, kualitas pola makan yang lebih buruk, serta kebiasaan merokok yang lebih tinggi—semuanya faktor yang berkontribusi pada penyakit jantung. Meski demikian, para ahli menekankan bahwa risiko ini sifatnya tidak mutlak.

Para peneliti dan pakar jantung menegaskan bahwa orang yang terbiasa begadang tidak berarti jantungnya tidak sehat. Banyak faktor risiko tersebut yang dapat diubah. Dengan memperbaiki kualitas tidur, menghindari rokok, menjaga pola makan, dan menyesuaikan waktu aktivitas, risiko kardiovaskular tetap bisa diturunkan.

AHA bahkan menyoroti pentingnya pendekatan kesehatan yang mempertimbangkan jam biologis individu. Intervensi medis, terapi, hingga program perubahan gaya hidup berpotensi lebih efektif jika disesuaikan dengan kronotipe seseorang. Bagi para “night owl”, memahami ritme tubuh sendiri bisa menjadi langkah awal untuk melindungi jantung.

Referensi

"Staying Up Late Could Quietly Damage Your Heart." SciTechDaily. Diakses Januari 2026.

"Exposure to more artificial light at night may raise heart disease risk." Medical Xpress. Diakses Januari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Studi Ungkap Risiko Jantung pada Si Tukang Begadang

29 Jan 2026, 08:07 WIBHealth