Ilustrasi laki-laki sedang makan sambil menonton video mukbang (pexels.com/Sóc Năng Động)
Menurut Center for Nutritional Psychology, kita itu diam-diam punya hubungan emosional yang kuat dengan visual makanan. Jadi, saat kamu melihat orang lain lagi asyik makan, otak kamu tidak cuma melihatnya sebagai pemandangan biasa. Otak bakal langsung menghubungkan momen itu dengan kenangan indah masa lalu, seperti serunya makan malam bareng keluarga, nongkrong sama teman, atau pas kamu lagi makan menu favoritmu. Memori manis inilah yang memicu keinginan kita untuk merasakan kebahagiaan yang sama, yang akhirnya diterjemahkan oleh otak menjadi rasa lapar.
Efek psikologis ini juga yang bikin kita betah banget mantengin video food vlog atau mukbang di media sosial meskipun perut kita tidak benar-benar kosong. Saat melihat influencer makan dengan lahap, otak kita otomatis mengaktifkan sistem reward alias pusat kesenangan yang sama seolah-olah kita sendiri yang sedang mengunyah makanan tersebut. Antisipasi rasa nikmat ini rasanya nyata banget dan bikin kita pengen ikutan makan saat itu juga. Jadi, kalau kamu mendadak lapar setelah berselancar di feed makanan, itu bukan karena kamu tidak bisa menahan diri ya, tapi karena otakmu memang sedang bekerja mendeteksi kebahagiaan!
Rasa lapar yang muncul saat melihat orang lain makan bukan tanda bahwa kamu tidak bisa mengendalikan diri, melainkan bukti bahwa tubuh dan otak manusia memiliki sistem yang sangat sensitif terhadap isyarat makanan di lingkungan sekitarnya, sebuah warisan evolusi yang pernah sangat berguna bagi nenek moyang kita. Memahami mekanisme biologis dan psikologis di balik fenomena ini bisa membantu kamu lebih bijak dalam merespons sinyal lapar yang datang bukan dari perut, melainkan dari mata dan otak. Jadi lain kali kamu tiba-tiba lapar hanya karena melihat teman makan, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian karena semua orang mengalami hal yang persis sama.