ilustrasi jambu biji (vecteezy.com/JOYI CHANG)
Buah memang sehat, tetapi jenis dengan serat kasar tidak selalu cocok sebagai makanan pembuka. Serat yang keras memerlukan waktu lama untuk dilunakkan di lambung, terutama saat perut kosong. Kondisi ini dapat memicu rasa penuh dan kram ringan. Beberapa orang juga merasakan perut terasa kaku setelah mengonsumsinya.
Buah berserat yang sering dikonsumsi antara lain jambu biji, salak, atau mangga muda yang sering dijadikan campuran rujak atau es buah. Serat tersebut tidak mudah hancur sehingga proses cerna menjadi lebih lambat. Akibatnya, makanan lain tertahan lebih lama di lambung. Situasi ini sering menimbulkan rasa tidak nyaman saat makan utama.
Memilih makanan pembuka sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan rasa segar atau kebiasaan, tetapi juga kemudahan tubuh mencernanya setelah seharian kosong. Beberapa pilihan yang terlihat ringan justru membuat lambung bekerja lebih lama sehingga memicu begah dan nyeri. Jika keluhan seperti perut penuh atau mual sering muncul setelah berbuka, mungkin sudah saatnya lebih selektif memilih menu. Apakah selama ini pilihan yang dianggap aman justru menjadi penyebabnya?
Referensi
"Don’t be Tempted! Avoid these foods during Iftar According to UNS Hospital Nutritionist". UNS. Diakses Februari 2026.
"How to Break a Fast Safely Including What to Eat". Everlab. Diakses Februari 2026.
"Important to Have Healthy Diet While Fasting". UGM. Diakses Februari 2026.