Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tips Mengatur Napas saat Olahraga agar Tidak Cepat Lelah
ilustrasi berolahraga (pexels.com/Ketut Subiyanto)
  • Pernapasan yang benar saat olahraga membantu tubuh mendapatkan oksigen optimal, menjaga stamina, dan mencegah kelelahan serta cedera.
  • Teknik dasar meliputi menarik napas saat relaksasi dan mengembuskan saat mengeluarkan tenaga untuk menjaga stabilitas tubuh.
  • Latihan pernapasan diafragma secara rutin meningkatkan daya tahan, fokus, serta efisiensi napas selama aktivitas fisik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengatur napas saat olahraga kerap diabaikan, padahal pernapasan yang benar bisa meningkatkan performa, menjaga stamina, dan mengurangi risiko cedera. Teknik yang tepat membantu tubuh mendapatkan oksigen lebih optimal sekaligus membuang karbon dioksida dengan efisien. Hasilnya, kamu bisa berolahraga lebih lama tanpa cepat merasa pusing atau kehabisan tenaga.

Baik pemula maupun yang sudah rutin latihan, memahami teknik napas bisa benar-benar mengubah kualitas workout-mu. Di sini, kita akan membahas lebih dalam tips mengatur napas saat olahraga agar kamu tidak cepat lelah!

1. Mengapa mengatur napas itu penting?

Setiap kali kamu menarik napas, tubuh menerima oksigen yang akan digunakan otot untuk menghasilkan energi. Saat mengembuskan napas, karbon dioksida yang menjadi limbah metabolisme akan dikeluarkan. Jika kamu bernapas terlalu dangkal (hanya mengembangkan dada), suplai oksigen menjadi terbatas. Akibatnya, tubuh lebih cepat lelah dan terasa tegang.

Sebaliknya, teknik pernapasan diafragma melibatkan otot diafragma sehingga napas menjadi lebih dalam. Teknik ini membantu:

  • Meningkatkan daya tahan.

  • Memperbaiki postur.

  • Menstabilkan otot inti (core).

  • Menenangkan sistem saraf saat latihan berat.

2. Prinsip dasar mengatur napas saat olahraga

Agar tidak salah, pegang aturan sederhana ini:

  • Embuskan napas saat mengeluarkan tenaga

Tarik napas saat gerakan lebih ringan (fase menurunkan beban/relaksasi), lalu embuskan napas saat mengangkat atau mendorong beban. Aturan ini membantu menjaga tekanan intraabdomen sehingga tubuh lebih stabil.

  • Gunakan hidung dan mulut secara fleksibel

Saat latihan ringan, tarik napas lewat hidung, embuskan lewat mulut. Sementara saat melakukan latihan intensitas tinggi, napas lewat mulut menjadi lebih natural untuk memenuhi kebutuhan oksigen. Jangan memaksakan napas hanya lewat hidung saat sprint atau HIIT. Ritme lebih penting daripada metode.

3. Cara melatih pernapasan diafragma

ilustrasi latihan pernapasan (IDN Times/NRF)

Sebelum diterapkan saat olahraga, latih dulu teknik ini:

  1. Berbaring santai.

  2. Letakkan satu tangan di dada, satu di perut.

  3. Tarik napas hingga perut mengembang (bukan dada).

  4. Embuskan napas perlahan sampai habis.

  5. Lakukan 5 menit setiap hari untuk membangun kebiasaan napas dalam.

Beberapa metode juga bisa membantu pemulihan:

  • Pursed-lip breathing: Embuskan napas dua kali lebih lama dari tarik napas.

  • Teknik napas seperti dalam yoga (ujjayi breathing) membantu meningkatkan fokus dan kontrol tubuh.

4. Kesalahan umum yang harus dihindari

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat olahraga:

  • Bernapas dangkal.

  • Terlalu cepat (hiperventilasi).

  • Menegangkan bahu saat menarik napas.

  • Memaksakan napas hidung saat sprint.

  • Ingat, bahu harus tetap rileks dan napas diarahkan ke perut, bukan dada.

5. Cara meningkatkan kemampuan napas secara bertahap

Mulailah setiap sesi latihan dengan pemanasan pernapasan selama 5 menit. Jika sudah terbiasa, kamu bisa mencoba latihan menahan napas ringan:

  • Tarik napas.

  • Embuskan.

  • Tahan 10–20 detik (sedikit terasa tidak nyaman, tapi masih aman).

  • Kembali bernapas normal.

Latihan konsisten selama beberapa minggu biasanya sudah terasa manfaatnya—stamina meningkat, napas lebih stabil, dan tubuh terasa lebih kuat.

Mengatur napas saat olahraga merupakan fondasi penting untuk performa dan kesehatan. Dengan napas yang terkontrol, tubuh dan pikiran bekerja lebih selaras.

Mulailah dari yang sederhana, latih secara konsisten, dan rasakan bagaimana kualitas olahragamu meningkat. Kadang yang kita butuhkan bukan latihan lebih keras, tapi napas yang lebih benar.

Referensi

American Lung Association. Diakses pada Februari 2026. "Breathing Exercises."

Buteyko Clinic International. Diakses pada Februari 2026. "How to Breathe During Exercise and Workouts."

Healthline. Diakses pada Februari 2026. "If You Aren’t Breathing Like This, You’re Sabotaging Your Workout."

MultiSport. Diakses pada Februari 2026. "How to Breathe Properly During Your Workout?"

NASM. Diakses pada Februari 2026. "The Right Way to Breathe During Exercise."

Editorial Team