Uji ini hanya melibatkan 96 peserta dan menilai hasil sampai 24 minggu. Karena pesertanya relatif muda, mengalami obesitas, dan tidak menggunakan insulin, hasilnya belum tentu berlaku bagi semua orang dengan diabetes tipe 2, termasuk orang yang lebih tua atau memiliki kondisi kesehatan berbeda.
Peneliti juga menyebut studi jangka panjang dibutuhkan untuk menilai ketahanan remisi dan perubahan kesehatan setelah program selesai.
Efek samping juga tercatat. Setidaknya satu keluhan terjadi pada 43 dari 50 peserta di kelompok intervensi, dibandingkan 6 dari 46 peserta pada kelompok perawatan biasa. Keluhan yang banyak dilaporkan antara lain sembelit, sakit kepala, pusing, dan kelelahan; tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama uji.
Karena intervensi ini membatasi asupan hingga 800–900 kalori sehari, disertai perubahan obat dan olahraga yang dipantau tim penelitian, programnya tidak untuk dicoba sendiri. Peserta menghentikan atau menyesuaikan obat hanya dalam pengawasan medis sesuai protokol. Hasil studi ini tidak menjadi alasan untuk mengurangi atau menghentikan obat diabetes tanpa berkonsultasi dengan dokter.
Referensi
Kaberi Dasgupta et al., “Low Energy Diet Plus Supervised Exercise vs. Usual Care Alone in People with Early-Onset Type 2 Diabetes (RESET for Remission): A Randomised, Open-Label, Blinded-Endpoint Efficacy Trial,” The Lancet Regional Health – Americas, dipublikasikan daring 1 Oktober 2026, artikel 101664, https://doi.org/10.1016/j.lana.2026.101664.
University of Leicester, “Study Shows Low Energy Diet Combined with Structured Exercise Reverses Early Onset Type 2 Diabetes in Half of Participants,” diakses 31 Oktober 2026.
ScienceDaily, “Type 2 Diabetes Breakthrough as 54% Achieve Remission in Just 6 Months,” diakses 31 Oktober 2026.
Matthew C. Riddle et al., “Consensus Report: Definition and Interpretation of Remission in Type 2 Diabetes,” Diabetes Care 44, no. 10 (2021): 2438–44, https://doi.org/10.2337/dci21-0034.