Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

8 Penyebab Memar Tiba-tiba Muncul, Bisa karena Penyakit Serius

8 Penyebab Memar Tiba-tiba Muncul, Bisa karena Penyakit Serius
ilustrasi memar pada kulit (pexels.com/MART PRODUCTION)
Intinya Sih
  • Sebagian besar memar terjadi karena benturan ringan yang tidak disadari, tetapi memar berulang bisa terkait gangguan pembekuan darah.

  • Obat-obatan, defisiensi vitamin, dan faktor usia dapat membuat kulit lebih mudah memar.

  • Memar yang disertai perdarahan lain, lemah berat, atau muncul sangat sering perlu evaluasi medis segera.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Melihat bercak kebiruan atau keunguan di kulit tanpa ingat pernah terbentur bisa terasa membingungkan. Memar sering dianggap sepele, padahal tubuh sedang memberi sinyal bahwa pembuluh darah kecil di bawah kulit mengalami kebocoran.

Memar, istilah medisnya ecchymosis, adalah kondisi ketika pembuluh darah kapiler pecah dan darah merembes ke jaringan sekitar. Warna yang berubah dari ungu, biru, hijau, hingga kekuningan adalah bagian dari proses alami tubuh memecah hemoglobin.

Sebagian besar memar memang tidak berbahaya. Namun, jika muncul sering, tanpa penyebab yang jelas, atau disertai gejala lain, itu bisa menjadi petunjuk adanya gangguan kesehatan tertentu. Berikut beberapa penyebab memar tiba-tiba muncul, dari yang tidak berbahaya hingga yang butuh evaluasi medis.

Table of Content

1. Benturan ringan yang tidak disadari

1. Benturan ringan yang tidak disadari

Banyak memar sebenarnya berasal dari benturan ringan yang terjadi tanpa kamu sadari, misalnya tersenggol meja, tertabrak tas, atau tekanan saat berolahraga. Pembuluh darah kapiler sangat kecil dan mudah pecah, terutama di area seperti lengan dan kaki.

Tubuh biasanya mampu menghentikan perdarahan mikro ini melalui proses pembekuan darah. Namun, karena darah sudah sempat keluar ke jaringan, warna memar tetap muncul. Pada orang sehat, memar seperti ini akan hilang dalam 1–2 minggu.

Jika memar hanya sesekali dan jelas terkait aktivitas fisik, ini biasanya tidak perlu dikhawatirkan.

2. Penuaan dan penipisan kulit

Kulit memar.
ilustrasi kulit memar (pexels.com/Karolina Grabowska)

Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan lapisan lemak pelindung di bawah kulit berkurang. Proses ini membuat pembuluh darah lebih rentan cedera.

Selain itu, produksi kolagen menurun, sehingga struktur penopang pembuluh darah melemah. Akibatnya, tekanan ringan saja bisa menyebabkan kapiler pecah.

Memar pada lansia sering muncul di lengan dan tangan. Selama tidak disertai perdarahan lain, ini umumnya bagian dari proses penuaan alami.

3. Konsumsi obat tertentu

Beberapa obat dapat meningkatkan risiko memar karena memengaruhi pembekuan darah. Obat seperti aspirin, clopidogrel, warfarin, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) diketahui menghambat fungsi trombosit atau jalur koagulasi.

Kortikosteroid jangka panjang juga dapat menipiskan kulit dan membuat pembuluh darah lebih rapuh.

Jika memar muncul lebih sering setelah memulai obat tertentu, diskusikan dengan dokter. Jangan menghentikan obat tanpa konsultasi dengan dokter.

4. Gangguan trombosit

Kulit memar.
ilustrasi memar (commons.wikimedia.org/Ribelle2289)

Trombosit adalah sel darah yang perannya penting dalam pembekuan. Jika jumlahnya rendah (trombositopenia) atau fungsinya terganggu, tubuh lebih mudah mengalami memar dan perdarahan.

Trombositopenia dapat disebabkan oleh infeksi virus, gangguan autoimun, efek samping obat, atau gangguan sumsum tulang.

Memar akibat gangguan trombosit sering disertai mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah kecil di kulit (petechiae).

5. Gangguan pembekuan darah

Gangguan seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand memengaruhi faktor pembekuan darah.

Pada kondisi ini, perdarahan berlangsung lebih lama dari normal karena tubuh kekurangan protein pembeku tertentu. Hemofilia biasanya diturunkan secara genetik, sedangkan penyakit von Willebrand adalah gangguan pembekuan yang paling umum secara global.

Memar bisa muncul besar, dalam, dan sering terjadi tanpa trauma yang jelas.

6. Kekurangan vitamin tertentu

Memar di lutut.
ilustrasi memar di lutut (vecteezy.com/Bigc Studio)

Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen yang memperkuat dinding pembuluh darah. Kekurangan vitamin C (skorbut) dapat menyebabkan mudah memar.

Vitamin K juga penting dalam proses pembekuan darah, sehingga kekurangan vitamin ini bisa membuat kamu lebih mudah mengalami perdarahan.

Walaupun kasus defisiensi berat jarang di negara dengan akses makanan baik, tetapi pola makan yang sangat terbatas tetap bisa meningkatkan risiko.

7. Penyakit hati

Hati memproduksi sebagian besar faktor pembekuan darah. Pada penyakit hati kronis seperti sirosis, produksi faktor pembekuan menurun. Akibatnya, pasien lebih rentan mengalami memar dan perdarahan.

Selain memar, bisa muncul gejala lain seperti kulit dan mata menguning, kelelahan berat, atau pembengkakan perut.

Memar yang disertai gejala sistemik perlu evaluasi medis segera.

8. Leukemia dan gangguan sumsum tulang

Memar di lengan.
ilustrasi memar di lengan (commons.wikimedia.org/Whoisjohngalt)

Leukemia memengaruhi produksi sel darah di sumsum tulang, termasuk trombosit.

Ketika produksi trombosit terganggu, kemampuan tubuh menghentikan perdarahan menurun. Memar pada leukemia sering disertai kelelahan berat, demam berulang, atau penurunan berat badan tanpapenyebab yang jelas.

Walaupun jarang, tetapi memar berulang tanpa penyebab yang jelas harus diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan ini.

Tanda-tanda bahaya dan kapan harus ke dokter

Sebaiknya segera temui dokter jika memar:

  • Muncul sangat sering atau tanpa sebab jelas.
  • Disertai mimisan berulang atau gusi berdarah.
  • Disertai kelelahan ekstrem atau penurunan berat badan.
  • Muncul berukuran besar dan sangat nyeri tanpa trauma.
  • Tidak membaik setelah dua minggu.

Jika memar muncul setelah cedera kepala atau disertai pusing berat, itu mungkin kondisi darurat medis.

Sebagian besar memar yang muncul tiba-tiba sebenarnya disebabkan benturan ringan yang tidak disadari atau perubahan alami seperti penuaan. Namun, memar berulang atau yang disertai gejala lain bisa menjadi tanda gangguan pembekuan darah, kekurangan vitamin, atau penyakit sistemik.

Pemeriksaan darah sederhana dapat membantu memastikan apakah memar tersebut normal atau perlu penanganan lebih lanjut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bayu D. Wicaksono
Nuruliar F
3+
Bayu D. Wicaksono
EditorBayu D. Wicaksono
Follow Us

Latest in Health

See More