Tingginya angka kematian akibat kanker di Indonesia sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan diagnosis. Untuk menekan angka kematian tersebut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) melakukan transformasi besar melalui distribusi alat deteksi dini hingga tingkat puskesmas serta percepatan pemenuhan dokter spesialis onkologi.
Komitmen strategis tersebut ditegaskan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, menurutnya lebih dari 80 persen pasien kanker di Indonesia baru terdiagnosis ketika penyakit telah memasuki stadium lanjut—stadium tiga atau empat.
"Kunci utama penanggulangan kanker adalah deteksi cepat dan pengobatan cepat. Jika diketahui pada stadium satu, peluang kesembuhan dengan teknologi yang ada saat ini sangat tinggi," imbuhnya, yang dikutip dari keterangan resmi.
