Dentuman dan suara gemuruh terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Anak Krakatau di Pasauran pada Jumat malam. Di tengah Selat Sunda, gunung api yang masuk wilayah Kabupaten Lampung Selatan itu mengalami erupsi.
Aktivitas dilaporkan dimulai pada Jumat, 4 September 2026, pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung. Secara visual, aktivitas tersebut diinterpretasikan sebagai lava fountain atau air mancur lava. Lontaran material bahkan mengenai kamera pemantau hingga tidak dapat beroperasi.
Pembaruan MAGMA Indonesia pada Minggu, 6 September 2026, pukul 00.00–06.00 WIB menyebut gunung tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati. Keterangan ini tidak dapat diartikan bahwa aktivitas telah berakhir karena pandangan memang terhalang. Status Anak Krakatau tetap Level III atau Siaga.
