Respirator N95 hanya menyaring partikel. Alat ini tidak menyaring gas atau uap beracun. Beberapa gas vulkanik juga tidak berwarna dan tidak berbau sehingga keberadaannya sulit dikenali tanpa alat pemantau.
Segera menjauh apabila muncul iritasi mata dan tenggorokan, sakit kepala, pusing, muntah, atau kesulitan bernapas. Jika keluhan tidak membaik setelah meninggalkan area paparan, cari pertolongan medis.
Bayi, anak-anak, lansia, penderita asma, serta orang dengan penyakit paru atau jantung perlu mendapat perlindungan lebih ketat. Penderita asma sebaiknya membawa obat, mengikuti rencana penanganan dari dokter, dan membatasi aktivitas fisik ketika udara berabu.
Jadikan arahan otorotas setempat menjadi acuan.
Referensi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana, “Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Disertai Dentuman, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dan Waspada,” 5 September, 2026.
MAGMA Indonesia, “Laporan Aktivitas Gunung Api: Anak Krakatau, Periode 00.00–06.00 WIB,” 6 September, 2026.
Carol Stewart et al., “Volcanic Air Pollution and Human Health: Recent Advances and Future Directions,” Bulletin of Volcanology 84 (2022): 11, https://doi.org/10.1007/s00445-021-01513-9.
Centers for Disease Control and Prevention, “Safety Guidelines: During a Volcanic Eruption,” diakses September 2026.
William Mueller et al., “The Effectiveness of Respiratory Protection Worn by Communities to Protect from Volcanic Ash Inhalation. Part I: Filtration Efficiency Tests,” International Journal of Hygiene and Environmental Health 221, no. 6 (2018): 967–76, https://doi.org/10.1016/j.ijheh.2018.03.012.
International Volcanic Health Hazard Network, “Protection from Breathing Ash,” diakses September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Health Effects of Volcanic Air Pollution,” diakses September 2026.