Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Telinga Bisa Berdenging setelah Angkat Beban? Ini Penjelasannya

Kenapa Telinga Bisa Berdenging setelah Angkat Beban? Ini Penjelasannya
ilustrasi angkat beban (pexels.com/Miguel González)
  • Menahan napas saat mengangkat beban berat dapat meningkatkan tekanan dada dan mengubah tekanan darah sementara, memicu telinga berdenging, rasa penuh, atau kepala berdenyut setelah kembali bernapas.
  • Denging yang mengikuti denyut jantung dapat lebih terdengar setelah latihan karena aliran darah meningkat. Jika sering terjadi, satu sisi, atau menetap saat istirahat, perlu diperiksa.
  • Tinnitus tidak selalu disebabkan angkat beban; paparan suara keras, kotoran, infeksi, gangguan pendengaran, atau obat dapat berperan. Segera cari bantuan bila pendengaran mendadak menurun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah telinga terasa nging setelah selesai mengangkat beban? Bunyi tersebut biasanya baru terasa setelah satu set selesai, ketika tubuh mulai berhenti mengejan dan kamu kembali mengatur napas. Kalau kejadian ini berulang, tentu muncul pertanyaan apakah denging itu memang bagian dari respons tubuh saat latihan atau justru ada penyebab lain di baliknya.

Telinga berdenging setelah olahraga tidak selalu berarti ada masalah. Ada beberapa kondisi yang bisa membuat bunyi tersebut muncul atau terasa lebih jelas setelah mengangkat beban, terutama ketika latihan dilakukan dengan tenaga besar. Yuk, cari tahu penyebabnya dan kapan kondisi ini perlu diperiksa.

  1. 1. Menahan napas saat angkat beban bisa membuat telinga berdenging

    ilustrasi telinga berdenging
    ilustrasi telinga berdenging (unsplash.com/Mark Paton)

    Telinga berdenging setelah angkat beban bisa muncul ketika kamu tanpa sadar menahan napas saat mengeluarkan tenaga. Saat beban terasa berat, tubuh biasanya otomatis mengejan dan napas ikut tertahan. Cara seperti ini membuat tekanan di dalam dada meningkat dan tekanan darah bisa berubah cukup cepat untuk sementara. Setelah beban dilepas dan kamu mulai bernapas lagi, perubahan tersebut kadang terasa sebagai kepala berdenyut, telinga penuh, atau suara berdenging.

    Hal ini lebih mungkin terasa ketika kamu mengangkat beban yang cukup berat, terutama pada gerakan seperti squat, deadlift, atau leg press. Masalahnya bukan semata-mata karena gerakannya, tetapi cara tubuh bereaksi ketika berusaha mengeluarkan tenaga besar. Kalau setiap kali melakukan gerakan tertentu telinga langsung berdenging, coba perhatikan apakah napasmu ikut tertahan selama beberapa detik.

  2. 2. Denging yang mengikuti denyut jantung punya penyebab berbeda

    ilustrasi telinga berdenging
    ilustrasi telinga berdenging (unsplash.com/Fiqih Alfarish)

    Kalau suara di telinga terdengar seperti duk-duk dan waktunya pas dengan denyut nadi, jenisnya berbeda dari denging biasa. Kondisi ini disebut pulsatile tinnitus, yaitu suara di telinga yang mengikuti irama denyut jantung dan biasanya berkaitan dengan aliran darah di pembuluh sekitar telinga atau kepala. Setelah mengangkat beban berat, denyut jantung dan aliran darah memang meningkat sehingga suara tersebut bisa terasa lebih jelas untuk sementara. Jadi, ada kemungkinan kamu baru menyadari bunyi yang sebenarnya sudah ada karena tubuh sedang bekerja lebih keras.

    Meski begitu, denging berdenyut tidak sebaiknya langsung dianggap sebagai efek normal setelah olahraga. Kalau bunyinya hanya muncul sesaat setelah latihan lalu hilang ketika detak jantung kembali normal, penyebabnya bisa berbeda dengan tinnitus yang tetap terdengar saat tubuh sudah beristirahat. Apalagi jika bunyi tersebut sering muncul, hanya terdengar pada satu telinga, atau tetap mengikuti denyut jantung meski kamu sedang tidak berolahraga. Kondisi seperti itu perlu diperiksa karena pulsatile tinnitus dapat berkaitan dengan masalah pada pembuluh darah atau kondisi lain di sekitar telinga dan kepala.

  3. 3. Telinga berdenging belum tentu disebabkan oleh angkat beban

    ilustrasi angkat beban
    ilustrasi angkat beban (pexels.com/Li Sun)

    Angkat beban juga bisa saja hanya kebetulan bertepatan dengan munculnya tinnitus. Kalau telinga memang sudah sering berdenging sebelumnya, ada banyak kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan, seperti terlalu sering terpapar suara keras, kotoran telinga yang menumpuk, infeksi telinga, gangguan pendengaran, hingga efek samping obat tertentu. Aktivitas fisik yang berat mungkin membuat suara tersebut terasa lebih jelas, tetapi belum tentu menjadi penyebab utamanya.

    Perhatikan juga bagaimana keluhannya muncul. Denging yang hanya berlangsung sebentar setelah latihan tentu berbeda dengan suara yang bertahan berjam-jam, terus muncul pada satu telinga, atau disertai keluhan lain. Pusing, rasa penuh pada telinga, gangguan keseimbangan, dan penurunan pendengaran merupakan alasan untuk tidak mengabaikannya. Jika pendengaran tiba-tiba menurun bersama telinga berdenging, sebaiknya segera mencari pertolongan medis karena kondisi seperti itu perlu ditangani secepat mungkin.

    Kalau telinga berdenging setelah mengangkat beban, jangan langsung menganggapnya sebagai hal sepele. Perhatikan kapan keluhan muncul dan apakah ada gejala lain yang ikut terasa. Jika denging terus berulang atau menetap, sebaiknya periksakan ke dokter THT untuk mengetahui penyebabnya.

    Referensi

    "Why Your Ears Ringing After Working Out and What to Do" Audiology Island. Diakses pada Agustus 2026.

    "Why You Might Experience Tinnitus After Working Out." Hearing Partners of South Florida. Diakses pada Agustus 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More