Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah GERD Bisa Menyebabkan Aritmia? 

Ilustrasi gejala asam lambung GERD.
ilustrasi gejala asam lambung GERD (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya sih...
  • GERD dan aritmia adalah dua kondisi yang berbeda, tetapi memiliki gejala yang mirip seperti nyeri dada dan jantung berdebar.
  • GERD bisa memicu aritmia, terutama pada orang yang rentan. Asam lambung yang naik dapat memengaruhi irama jantung melalui beberapa mekanisme.
  • Meskipun memiliki gejala serupa, tetapi GERD dan aritmia memiliki perbedaan dalam pemicu gejala serta cara diagnosisnya.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi saat asam lambung sering naik ke kerongkongan dan menimbulkan sensasi terbakar di dada, rasa asam di mulut, sampai nyeri dada. Namun, ternyata bukan hanya soal pencernaan. Ada kaitan antara GERD dan gangguan irama jantung atau aritmia.

Aritmia adalah kondisi saat detak jantung tidak teratur—bisa terlalu cepat, terlalu lambat, atau terasa loncat-loncat. Jenis yang sering dibahas antara lain fibrilasi atrium dan takikardia paroksismal. Lalu, apakah GERD bisa memicu aritmia? Baca terus sampai tuntas, ya.

Table of Content

1. Apa itu GERD dan aritmia?

1. Apa itu GERD dan aritmia?

GERD terjadi saat katup antara lambung dan kerongkongan (lower esophageal sphincter/LES) melemah. Akibatnya, asam lambung mudah naik ke atas dan mengiritasi dinding kerongkongan. Gejalanya antara lain:

  • Heartburn (panas di dada).
  • Rasa asam naik ke mulut.
  • Nyeri dada.
  • Tenggorokan terasa mengganjal.

Sementara itu, aritmia adalah gangguan sinyal listrik di jantung. Detaknya bisa:

  • Terlalu cepat (takikardia).
  • Terlalu lambat (bradikardia).
  • Tidak teratur.

Gejala aritmia bisa berupa jantung berdebar, pusing, sesak napas, bahkan pingsan. Menariknya, GERD dan aritmia sering memiliki gejala yang mirip, terutama nyeri dada dan jantung berdebar. Inilah yang membuat banyak orang bingung apakah ini asalnya dari lambung atau jantung?

2. Apakah GERD bisa memicu aritmia?

Jawaban singkatnya bisa, terutama pada orang yang rentan. Sebuah studi besar berbasis genetika pada lebih dari 600.000 orang Eropa menemukan bahwa GERD secara kausal meningkatkan risiko aritmia sekitar 34 persen, khususnya takikardia paroksismal. Artinya, GERD bukan hanya kebetulan terjadi bersamaan dengan aritmia, tapi memang bisa berperan sebagai pemicu. (PLoS ONE, 2022)

Studi observasional lain juga menemukan bahwa penderita GERD memiliki risiko aritmia lebih tinggi dibanding orang tanpa GERD. Meski begitu, tidak semua jenis aritmia pasti disebabkan oleh GERD. Jadi, hubungannya bukan hitam-putih, melainkan saling memengaruhi. (Frontiers in Cardiovascular Medicine, 2024)

3. Bagaimana asam lambung bisa mengganggu irama jantung

Ilustrasi seseorang mengalami heartburn, gejala masalah asam lambung.
ilustrasi heartburn, masalah asam lambung, GERD (IDN Times/NRF)

Ada beberapa mekanisme yang terkait:

  • Stimulasi saraf vagus: Kerongkongan dan jantung terhubung lewat saraf vagus. Ketika asam lambung mengiritasi kerongkongan, saraf ini bisa terangsang dan memicu perubahan detak jantung.
  • Peradangan sistemik: GERD meningkatkan peradangan di tubuh. Zat peradangan bisa memengaruhi sel jantung dan sinyal listriknya.
  • Tekanan mekanis: Kerongkongan yang mengembang karena refluks dapat menekan area sekitar jantung.
  • Stres dan lonjakan adrenalin: Nyeri GERD membuat tubuh stres. Akibatnya, adrenalin naik dan jantung makin mudah berdebar tidak teratur.

Oleh karena itu, banyak orang merasa jantung berdebar tepat saat asam lambungnya naik.

4. Perbedaan gejala

Meskipun GERD dan aritmia memiliki gejala yang mirip, tetapi ada beberapa perbedaan di antara keduanya:

GERD

  • Nyeri dada muncul setelah makan atau saat berbaring.
  • Jantung berdebar muncul saat asam lambung naik.
  • Biasanya membaik dengan pemberian antasida.
  • Jarang dipicu oleh aktivitas fisik.

Aritmia

  • Nyeri dada bisa muncul kapan saja.
  • Jantung berdebar bisa muncul tiba-tiba.
  • Tidak membaik dengan pemberian antasida.
  • Gejala sering muncul saat lelah atau stres.

Dokter biasanya membedakan lewat:

  • Endoskopi/tes pH untuk GERD.
  • EKG, Holter monitor, atau echo untuk jantung.

5. Kapan harus menemui dokter?

Segera cari pertolongan jika:

  • Nyeri dada hebat dan menjalar ke lengan/leher.
  • Jantung berdebar tidak berhenti.
  • Pingsan atau hampir pingsan.
  • Sesak napas berat.

GERD memang penyakit pencernaan, tetapi efeknya bisa sampai ke ke jantung. Asam lambung yang sering naik bisa memicu atau memperburuk aritmia lewat saraf, peradangan, dan stres tubuh. Jadi, kalau kamu sering terkena GERD dan jantung terasa berdebar, jangan diabaikan ya!

Referensi

Aether Health. Diakses pada Februari 2026. "Can Acid Reflux Cause Irregular Heartbeat?"

Gastroenterology Advisor. Diakses pada Februari 2026. "Gastroesophageal Reflux Disease Increases Risk for Atrial Fibrillation."

Healthline. Diakses pada Februari 2026. "Can Acid Reflux and GERD Cause Heart Palpitations?"

Liang, J., Tang, L., Yang, J., Li, Y., Yang, X., & Hou, C. (2024). "Gastroesophageal reflux disease and risk for arrhythmias: a Mendelian randomization analysis." Frontiers in Cardiovascular Medicine, 11, 1411784. https://doi.org/10.3389/fcvm.2024.1411784.

Song, J. H., Kim, Y. S., Choi, S., & Yang, S. Y. (2022). "Association between gastroesophageal reflux disease and coronary atherosclerosis." PLoS ONE, 17(5), e0267053. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0267053.

Vinmec. Diakses pada Februari 2026. "Can Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Cause Arrhythmias?"

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Apakah GERD Bisa Menyebabkan Aritmia? 

16 Feb 2026, 12:13 WIBHealth