Salah satu bukti paling kuat berasal dari analisis kolaboratif terhadap 47 penelitian dari 30 negara, yang melibatkan 50.302 perempuan dengan kanker payudara dan 96.973 perempuan tanpa kanker payudara.
Temuannya, setiap tambahan 12 bulan total durasi menyusui sepanjang hidup berkaitan dengan penurunan relatif risiko kanker payudara sekitar 4,3 persen.
Durasi tersebut bersifat kumulatif. Artinya, tidak harus berasal dari satu anak. Seseorang yang menyusui dua anak masing-masing selama enam bulan, misalnya, memiliki total durasi sekitar 12 bulan.
International Agency for Research on Cancer (IARC) menyebut hal serupa, bahwa setiap tambahan lima bulan total menyusui diperkirakan berkaitan dengan penurunan risiko sekitar 2 persen.
Studi yang lebih baru juga menguatkan pola tersebut. Metaanalisis pada 2026 terhadap 23 studi observasional menemukan perempuan yang tidak pernah menyusui memiliki risiko kanker payudara lebih tinggi dibanding mereka yang pernah menyusui, sementara durasi menyusui yang lebih panjang dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah.
Namun, studi terbaru tersebut memiliki heterogenitas yang cukup tinggi dan seluruh penelitian yang dianalisis bersifat case-control. Karena itu, besarnya penurunan risiko tidak bisa dianggap sebagai angka yang berlaku sama untuk setiap perempuan.