Pencegahan fokus pada dua hal: mencegah penularan dari hewan dan dari manusia.
Untuk mencegah dari hewan:
Jangan minum nira kurma mentah.
Cuci buah sebelum dimakan.
Hindari makanan yang mungkin terkontaminasi kelelawar.
Untuk mencegah antarmanusia:
Isolasi pasien dengan gejala Nipah.
Gunakan masker, sarung tangan, dan APD saat merawat pasien.
Jangan berbagi alat makan, minum, atau handuk.
Cuci tangan sesering mungkin.
Pastikan ruangan berventilasi baik.
Jadi, virus Nipah memang bisa menular antar manusia, terutama lewat kontak dekat dengan cairan tubuh pasien. Kendati tidak secepat COVID-19, bahayanya jauh lebih mematikan. Karena belum ada vaksin dan obat khusus, pencegahan dan deteksi dini adalah kunci utama. Kesadaran masyarakat, tenaga medis, dan pemerintah sangat penting agar wabah Nipah tidak berkembang menjadi krisis kesehatan yang lebih besar.
Referensi
Cleveland Clinic. Diakses pada Februari 2026. Nipah Virus.
Communicable Diseases Agency. Diakses pada Februari 2026. Nipah Virus Infection.
Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health. Diakses pada Februari 2026. How Nipah Virus Spreads From Person to Person
Luby, S. P., Gurley, E. S., & Hossain, M. J. (2009). Transmission of Human Infection with Nipah Virus. Clinical Infectious Diseases, 49(11), 1743–1748. https://doi.org/10.1086/647951.
World Health Organization. Diakses pada Februari 2026. Nipah Virus.