ilustrasi seseorang melindungi diri dari paparan polusi udara, asap karhutla. (magnific.com/Lifestylememory)
Pantau kualitas udara sebelum dan selama bekerja dari laman resmi.
Saat kondisi memburuk, pemberi kerja dapat memindahkan tugas ke lokasi dengan paparan lebih rendah, mengubah jadwal, mengurangi pekerjaan fisik berat, dan memperbanyak jeda di tempat berudara bersih. Penyesuaian ini perlu menjadi bagian dari pengaturan kerja, agar pekerja memiliki kesempatan nyata untuk meminimalkan paparan.
Tempat istirahat juga perlu dilindungi dari asap. Ruangan tertutup dengan penyaring udara HEPA dapat membantu mengurangi partikel. Jendela dan bukaan perlu dijaga tertutup, sementara pengaturan sirkulasi serta penyaring pada sistem pendingin udara disesuaikan untuk mengurangi masuknya asap.
Gunakan respirator dengan ukuran dan pemasangan yang tepat
Respirator N95 dapat mengurangi partikel asap yang terhirup jika menutup hidung dan mulut dengan rapat. Masker kain, masker bedah, dan kain basah tidak memberikan perlindungan yang setara terhadap partikel halus.
Pemberi kerja perlu menyediakan respirator yang sesuai dan pelatihan pemakaian. Uji kesesuaian atau fit test membantu menentukan model yang cocok. Pengguna juga perlu memeriksa kerapatannya setiap kali memasang. Janggut pada area pertemuan respirator dan kulit dapat menyebabkan kebocoran.
N95 tidak menyaring gas seperti karbon monoksida. Karena itu, penggunaannya tidak membuat semua lingkungan berasap aman untuk dimasuki atau dilewati.