Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Karhutla Mengancam, Ini Cara Melindungi Pekerja Lapangan
Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)
  • Lama bekerja di luar ruangan dan aktivitas fisik berat dapat meningkatkan paparan asap.

  • Perlindungan mencakup penyesuaian pekerjaan, tempat istirahat berudara bersih, dan respirator yang sesuai.

  • Pekerja dengan penyakit jantung atau paru membutuhkan perhatian khusus; keluhan pernapasan perlu segera ditindaklanjuti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi pekerja lapangan seperti kurir, pekerja kebun, petugas kebersihan, atau pekerja konstruksi, pekerjaan tidak selalu bisa dipindahkan ke rumah ketika asap karhutla menyelimuti wilayah mereka. Anjuran mengurangi aktivitas di luar ruangan pun butuh dukungan nyata dari tempat kerja.

Pihak pemberi kerja sangat dianjurkan untuk menyiapkan langkah pengurangan paparan ketika asap kebakaran memengaruhi lingkungan kerja. Perlindungan mencakup pengaturan tugas, tempat berlindung, dan alat pelindung pernapasan.

Pekerja lapangan perlu perhatian khusus

Asap karhutla mengandung campuran gas dan partikel. Paparan dapat menyebabkan mata perih, batuk, mengi atau napas berbunyi, serta memperburuk asma. Orang dengan penyakit paru atau jantung dan pekerja yang sedang hamil termasuk kelompok yang lebih rentan.

Pekerjaan fisik berat meningkatkan kebutuhan bernapas. Jika dilakukan berjam-jam dalam udara berasap, jumlah polutan yang terhirup dapat bertambah.

Sebuah tinjauan ilmiah menjelaskan bahwa durasi dan beratnya pekerjaan dapat membuat paparan pekerja luar ruangan lebih besar daripada masyarakat umum.

Tinjauan tersebut juga merangkum penelitian yang menemukan penurunan fungsi paru pada pemadam kebakaran hutan. Namun, bukti langsung pada pekerja luar ruangan selain pemadam kebakaran hutan masih terbatas, sehingga tingkat risikonya tidak bisa langsung disamakan.

Sesuaikan pekerjaan dengan kondisi udara

ilustrasi seseorang melindungi diri dari paparan polusi udara, asap karhutla. (magnific.com/Lifestylememory)

Pantau kualitas udara sebelum dan selama bekerja dari laman resmi.

Saat kondisi memburuk, pemberi kerja dapat memindahkan tugas ke lokasi dengan paparan lebih rendah, mengubah jadwal, mengurangi pekerjaan fisik berat, dan memperbanyak jeda di tempat berudara bersih. Penyesuaian ini perlu menjadi bagian dari pengaturan kerja, agar pekerja memiliki kesempatan nyata untuk meminimalkan paparan.

Tempat istirahat juga perlu dilindungi dari asap. Ruangan tertutup dengan penyaring udara HEPA dapat membantu mengurangi partikel. Jendela dan bukaan perlu dijaga tertutup, sementara pengaturan sirkulasi serta penyaring pada sistem pendingin udara disesuaikan untuk mengurangi masuknya asap.

Gunakan respirator dengan ukuran dan pemasangan yang tepat

Respirator N95 dapat mengurangi partikel asap yang terhirup jika menutup hidung dan mulut dengan rapat. Masker kain, masker bedah, dan kain basah tidak memberikan perlindungan yang setara terhadap partikel halus.

Pemberi kerja perlu menyediakan respirator yang sesuai dan pelatihan pemakaian. Uji kesesuaian atau fit test membantu menentukan model yang cocok. Pengguna juga perlu memeriksa kerapatannya setiap kali memasang. Janggut pada area pertemuan respirator dan kulit dapat menyebabkan kebocoran.

N95 tidak menyaring gas seperti karbon monoksida. Karena itu, penggunaannya tidak membuat semua lingkungan berasap aman untuk dimasuki atau dilewati.

Keluhan saat bekerja harus ditindaklanjuti

Jika mengalami sulit bernapas, pusing, atau keluhan mengkhawatirkan saat memakai respirator, hentikan aktivitas dan pindah ke tempat yang udaranya lebih bersih sebelum melepas masker, lalu cari pertolongan medis.

Pekerja dengan penyakit jantung atau paru sebaiknya berkonsultasi mengenai penggunaan masker.

Jeda istirahat dan air minum juga penting, terutama saat cuaca panas dan pekerjaan berat. Perlindungan pekerja perlu memperhitungkan paparan asap sekaligus beban panas selama bekerja.

Referensi

National Institute for Occupational Safety and Health, “Wildland Fire Smoke,” diakses September 2026.

Centers for Disease Control and Prevention, “How Wildfire Smoke Affects Your Body,” diakses September 2026.

Kathleen Navarro, “Working in Smoke: Wildfire Impacts on the Health of Firefighters and Outdoor Workers and Mitigation Strategies,” Clinics in Chest Medicine 41, no. 4 (2020): 763–69, https://doi.org/10.1016/j.ccm.2020.08.017.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, “Konsentrasi Partikulat (PM2.5),” diakses September 2026.

NIOSH Science Bulletin, “How to Protect Workers and the Public from Wildfire Smoke,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article