Saat terjadi kebakaran TPA, sampah yang terbakar, terutama jika bercampur plastik, bahan organik, kain, kertas, karet, atau material lain, udara bisa membawa partikel halus dan berbagai polutan yang mengiritasi saluran napas.
Studi tentang pembakaran sampah terbuka di Semarang menemukan bahwa aktivitas ini dapat menjadi sumber particulate matter dan karbon hitam (jelaga), dan tentu saja berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi warga yang terpapar langsung.
Partikel kecil harus diwaspadai karena dapat masuk jauh ke paru-paru, bahkan sebagian bisa masuk ke aliran darah. Paparan partikel ini dikaitkan dengan iritasi saluran napas, batuk, penurunan fungsi paru, serangan asma, gangguan irama jantung, serangan jantung nonfatal (serangan jantung yang tidak menyebabkan kematian), dan risiko lebih besar pada anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit jantung atau paru.
Kabar baiknya, udara di dalam rumah bisa dibuat lebih aman. Bukan sempurna, tetapi lebih rendah paparannya. Ini langkah yang bisa dilakukan.
