Payudara yang terasa lunak atau hasil pompa yang sedikit tidak cukup untuk menentukan apakah bayi kekurangan ASI. Yang lebih penting adalah memantau transfer ASI, berat badan, urine, feses, dan kondisi klinis bayi.
Setelah produksi mulai meningkat, beberapa tanda yang mendukung kecukupan ASI adalah bayi menyusu sekitar 8–12 kali sehari, mulai mengalami kenaikan berat badan sekitar hari ke-4 atau ke-5, serta menghasilkan rata-rata 6–8 popok basah per hari.
Sebaliknya, evaluasi segera diperlukan apabila bayi:
Sangat mengantuk atau sulit dibangunkan untuk menyusu.
Tidak dapat melekat atau mengisap puting secara efektif.
Buang air kecil atau buang air besar jauh lebih sedikit daripada yang diharapkan.
Tampak makin kuning.
Menunjukkan tanda dehidrasi.
Berat badannya tidak mulai naik setelah beberapa hari.
terus kehilangan berat badan secara berlebihan.
Penurunan berat badan bayi harus dinilai berdasarkan usia, cara persalinan, kondisi klinis, efektivitas menyusu, serta tanda dehidrasi.
Bagi ibu, tidak adanya peningkatan produksi ASI setelah sekitar hari ke-3 hingga ke-4, terutama disertai faktor risiko atau kesulitan menyusui, juga perlu evaluasi. Pemeriksaan dapat menilai apakah masalahnya berasal dari produksi ASI, transfer ASI oleh bayi, kondisi hormonal atau metabolik ibu, atau kombinasi beberapa faktor.
Pada dasarnya, jumlah ASI yang sedikit pada hari pertama menyusui umumnya normal. Kolostrum memang diproduksi dalam volume kecil dan jumlahnya meningkat secara bertahap. Yang perlu diwaspadai adalah ketika produksi ASI tidak meningkat sesuai waktu dan bayi menunjukkan tanda bahwa asupannya tidak mencukupi.
Referensi
Yijuan Peng, Ke Zhuang, and Yan Huang, “Incidence and Factors Influencing Delayed Onset of Lactation: A Systematic Review and Meta-Analysis,” International Breastfeeding Journal 19 (2024): 59, https://doi.org/10.1186/s13006-024-00666-5. Baca penelitian di PubMed
Jing-Ling Wu et al., “Gestational Diabetes Mellitus and Risk of Delayed Onset of Lactogenesis: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Breastfeeding Medicine 16, no. 5 (2021): 385–92, https://doi.org/10.1089/bfm.2020.0356. Baca penelitian di PubMed
Jessica M. Riddle et al., “Is Maternal Body Weight or Composition Associated with Onset of Lactogenesis II, Human Milk Production, or Infant Consumption of Mother’s Own Milk? A Systematic Review and Meta-Analysis,” Advances in Nutrition (2024). Baca artikel penelitian
Ann Kellams et al., “ABM Clinical Protocol #3: Supplementary Feedings in the Healthy Term Breastfed Neonate, Revised 2017,” Breastfeeding Medicine 12 (2017): 188–98, https://doi.org/10.1089/bfm.2017.29038.ajk. Academy of Breastfeeding Medicine Protocol #3
Adrienne E. Hoyt-Austin et al., “Academy of Breastfeeding Medicine Clinical Protocol #2: Guidelines for Birth Hospitalization Discharge of Breastfeeding Dyads, Revised 2022,” Breastfeeding Medicine 17, no. 3 (2022): 197–206, https://doi.org/10.1089/bfm.2022.29203.aeh. Baca penelitian di PubMed
World Health Organization, “World Breastfeeding Week 2026: Breastfeeding for a Sustainable Start in Life: Strengthen What Works,” diakses Agustus 2026.
American College of Obstetricians and Gynecologists, “Breastfeeding Challenges,” diakses Agustus 2026.