Infeksi bakteri yang biasanya dapat ditangani dengan antibiotik tertentu suatu hari sulit disembuhkan karena bakteri penyebabnya tidak lagi sensitif terhadap obat tersebut. Dokter kemudian perlu mencari antibiotik lain berdasarkan pemeriksaan laboratorium. Inilah gambaran sederhana resistansi antibiotik.
Resistansi antibiotik terjadi ketika bakteri memiliki atau memperoleh kemampuan bertahan terhadap obat yang sebelumnya mampu membunuh atau menghentikan pertumbuhannya. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak tepat mempercepat seleksi serta penyebaran bakteri resisten.
Skalanya sudah besar. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sekitar 1 dari 6 infeksi bakteri terkonfirmasi laboratorium di dunia pada 2023 resisten terhadap antibiotik yang dipantau. Angkanya mencapai sekitar 1 dari 3 infeksi yang dilaporkan di kawasan Asia Tenggara dan Mediterania Timur WHO.
Penelitian Global Burden of Disease memperkirakan pada 2021 terdapat 4,71 juta kematian yang berhubungan dengan resistansi antimikroba (AMR) bakteri, termasuk 1,14 juta kematian yang secara langsung dapat dikaitkan dengan resistansi tersebut.
Lantas, bakteri apa saja yang perlu diketahui?
Catatan penting: tidak semua bakteri dari spesies berikut otomatis resisten. Daftar ini berfokus pada patogen yang sering menyebabkan penyakit dan bentuk resistansinya menjadi perhatian WHO.
