Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut bahwa aktivis antivaksin beranggapan bahwa anak-anak mereka lebih baik terkena campak bahkan polio dibanding harus menerima vaksin.
"Aktivis antivaksin mendingan anaknya itu kena campak, bahkan gak apa-apa kena polio. Mereka belum tahu komplikasi campak itu apa, dianggap ringan hanya keluar cairan dari telinga, congean begitu," kata Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT(K), Ketua IDAI Jawa Barat sekaligus anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI.
