Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

9 Minuman yang Baik untuk Masalah Asam Lambung

Ilustrasi minuman yang baik untuk asam lambung.
ilustrasi minuman yang baik untuk asam lambung (unsplash.com/Joice Kelly)
Intinya sih...
  • Beberapa minuman tertentu seperti air putih, teh herbal, dan susu nabati rendah lemak dapat membantu meredakan gejala asam lambung dengan menetralkan atau menenangkan iritasi esofagus.
  • Jus atau smoothie rendah asam dan air kelapa menawarkan hidrasi yang aman dan bahan yang lebih lembut di lambung dibanding minuman asam atau berkafein.
  • Selain memilih minuman, penting untuk mengetahui apa yang sebaiknya dihindari dan memahami cara lain mengatasi masalah asam lambung termasuk perubahan pola makan dan strategi medis ketika diperlukan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Masalah asam lambung, sering disebut gastroesophageal reflux disease (GERD) ketika terjadi kronis, merupakan kondisi asam lambung naik ke kerongkongan, menimbulkan sensasi perih di dada (heartburn), regurgitasi, hingga batuk kering. Kondisi ini bisa dipicu oleh pola makan, kebiasaan hidup, dan jenis minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Buat orang dengan masalah asam lambung, pilihlah minuman secara bijak. Begitu asam lambung naik ke kerongkongan, esofagus yang lebih sensitif dari lambung dapat mengalami iritasi. Oleh karena itu, memilih minuman yang ramah bagi lambung dapat membantu mengurangi gejala dan mendukung pencernaan yang lebih lancar.

Berikut ini jenis-jenis minuman yang baik bagi masalah asam lambung.

1. Air putih

Air putih merupakan minuman paling sederhana tetapi sangat penting. pH air umumnya sekitar netral (pH 7.0), sehingga dapat membantu mengencerkan asam lambung sehingga kemungkinan naiknya asam ke kerongkongan berkurang.

Selain itu, air membantu pencernaan dan motilitas atau pergerakan makanan dari lambung ke usus kecil, yang dapat mengurangi kemungkinan asam lambung stagnan dan memicu refluks.

Namun, penting untuk tidak minum secara berlebihan sekaligus, karena terlalu banyak air dalam satu waktu bisa menambah tekanan dalam lambung. Minum secara perlahan sepanjang hari adalah strateginya.

2. Teh herbal (jahe, chamomile)

Teh jahe dan lemon.
ilustrasi teh jahe dan lemon (pexels.com/Gundula Vogel)

Teh herbal telah lama dipakai untuk menenangkan masalah pencernaan, termasuk iritasi lambung dan kembung. Herbal seperti chamomile dan jahe memiliki sifat antiinflamasi yang lembut.

Chamomile, misalnya, dapat membantu menenangkan saluran cerna dan mengurangi inflamasi ringan, sementara jahe dikenal sebagai bantuan pencernaan yang membantu meredakan mual dan kembung.

Meski begitu, selalu konsultasi dokter bila sedang minum obat karena beberapa herbal dapat berinteraksi dengan terapi medis tertentu.

Hindari teh peppermint karena kandungan mintnya dapat relaksasi otot esofagus bawah dan memperburuk refluks bagi sebagian orang.

3. Susu nabati (kedelai, almon, oat)

Untuk sebagian orang dengan masalah asam lambung, produk susu sapi berlemak bisa memperburuk gejala karena lemak dapat mengendurkan lower esophageal sphincter (LES) yang berfungsi mencegah naiknya asam.

Sebagai alternatif, susu nabati rendah lemak seperti susu almon, soya, oat, atau rami bisa menjadi pilihan karena cenderung lebih alkaline dan mudah dicerna.

Susu almon misalnya memiliki pH yang sedikit lebih tinggi dan dapat membantu menetralkan asam sementara tanpa efek samping lemak tinggi.

4. Jus sayur rendah asam (wortel, mentimun, pir)

Ilustrasi minum jus segar.
ilustrasi minum jus segar (pexels.com/Mikhail Nilov)

Beberapa jus buah yang tinggi asam seperti jus jeruk atau nanas dapat memicu gejala masalah asam lambung.

Namun, jus sayur atau buah rendah asam seperti jus wortel, mentimun, atau pir cenderung lebih aman karena pH-nya lebih netral dan tidak merangsang produksi asam lambung berlebihan.

Kombinasi jus atau smoothie dari sayur hijau, mentimun, atau bit juga memberikan nutrisi sekaligus hidrasi tanpa memicu refluks pada banyak orang.

5. Jus lidah buaya

Jus lidah buaya dikenal punya sifat antiinflamasi dan soothing pada saluran pencernaan. Meski penelitian lebih lanjut diperlukan untuk efek spesifiknya pada GERD, tetapi banyak panduan kesehatan mencatat penggunaan lidah buaya sebagai minuman yang menenangkan.

Minum jus lidah buaya tanpa tambahan gula setelah makan besar atau saat gejala muncul bisa membantu mengurangi iritasi esofagus. Namun, hindari produk dengan pemanis atau zat tambahan yang dapat memicu refluks atau fermentasi lambung.

6. Air kelapa

Segelas air kelapa.
ilustrasi air kelapa (freepik.com/jcomp)

Air kelapa alami tanpa pemanis merupakan sumber elektrolit seperti kalium dan memiliki pH yang lebih netral dibanding minuman manis atau asam.

Elektrolit membantu keseimbangan pH dalam tubuh dan dapat mendukung fungsi pencernaan yang lebih stabil, sehingga kemungkinan refluks menurun.

Air kelapa juga memberikan hidrasi dengan lembut tanpa kandungan gula tinggi yang justru bisa memicu masalah pencernaan pada beberapa orang.

7. Smoothie berbahan rendah asam

Smoothie bukan sekadar jus, tetapi kombinasi bahan yang kaya akan nutrisi dan serat yang dapat dipilih sesuai kebutuhan lambung.

Bahan seperti pisang matang, bayam, mentimun, dan air kelapa menciptakan minuman yang lembut di lambung sekaligus memberi keseimbangan gizi.

Smoothies juga memungkinkan penambahan yogurt rendah lemak jika toleran, sehingga suasana lambung lebih nyaman setelah makan.

8. Air alkali atau air yang diperkaya elektrolit

Ilustrasi air alkali.
ilustrasi air alkali (pexels.com/Pixabay)

Air biasa bisa membantu, tetapi beberapa studi awal menunjukkan bahwa air alkali dengan pH sedikit lebih tinggi dapat membantu menetralisir asam lambung dan meredakan gejala sementara.

Ini berbeda dari air biasa karena sifat pH-nya, tetapi pilihan ini tetap merupakan minuman netral yang relatif aman jika dikonsumsi dengan tepat.

Jangan berlebihan dalam mengonsumsi air alkali; prinsipnya tetap moderasi untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh.

9. Susu skim rendah lemak

Susu skim atau susu rendah lemak dapat bertindak sebagai buffer sementara antara lapisan lambung dan isi lambung, memberi sedikit kelegaan dari sensasi heartburn. Namun, karena efeknya bisa bervariasi antarindividu, ini lebih cocok untuk yang tidak intoleran laktosa atau tidak mendapat gejala lebih buruk dari produk susu.

Jika susu menyebabkan gejala meningkat, pilihan susu nabati biasanya lebih dianjurkan.

Minuman yang tidak direkomendasikan

Segelas jus jeruk.
ilustrasi jus jeruk (vecteezy.com/Siraphol Siricharattakul)

Beberapa minuman dapat memicu atau memperburuk refluks karena tingkat keasaman yang tinggi atau efek pada LES. Minuman yang umumnya dihindari antara lain:

  • Jus sitrus seperti jeruk, lemon, grapefruit karena asam sitrat yang tinggi.
  • Kopi dan minuman berkafein lainnya karena bisa meningkatkan produksi asam lambung.
  • Minuman berkarbonasi/soda yang dapat meningkatkan tekanan perut dan memicu refluks.
  • Alkohol yang bisa mengendurkan LES dan menyebabkan naiknya asam ke kerongkongan

Cara lain untuk mengatasi masalah asam lambung

Selain memilih minuman, ada banyak strategi alami dan medis untuk mengendalikan asam lambung:

  • Makan dalam porsi kecil dan sering untuk mengurangi tekanan lambung.
  • Hindari makan sebelum tidur dan tinggikan posisi kepala saat tidur untuk mengurangi refluks malam hari.
  • Berhenti merokok dan kurangi berat badan bila perlu, karena keduanya menurunkan tekanan LES.
  • Obat bebas seperti antasida atau H2 blocker dapat membantu, serta obat resep pada kasus GERD berat di bawah pengawasan dokter.

Memilih minuman yang tepat dapat membantu meredakan gejala masalah asam lambung dan meningkatkan kenikmatan sehari-hari tanpa memperburuk kondisi. Air putih, teh herbal, smoothies berbahan rendah asam, dan pilihan nabati rendah lemak adalah contoh yang ramah lambung dan cenderung membantu pencernaan.

Namun, itu hanya bagian dari pendekatan yang lebih luas. Kombinasi dengan perubahan gaya hidup dan, jika perlu, penanganan medis menjadi kunci agar masalah asam lambung tidak terus mengganggu. Konsultasi dengan dokter diperlukan ketika gejala sering terjadi atau tidak kunjung membaik.

Referensi

Healthline. "What to Drink for Acid Reflux: Teas and Nonacidic Juices." Diakses Februari 2026.

Healthline. "14 Ways to Prevent Heartburn and Acid Reflux." Diakses Februari 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
Eka Amira Yasien
3+
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More

Mitos atau Fakta: Minum Kopi Saat Perut Kosong Berbahaya

09 Feb 2026, 15:05 WIBHealth