Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Imunisasi Campak saat Anak Sedang Flu, Bolehkah?
ilustrasi imunisasi anak (unsplash.com/CDC)
  • Imunisasi campak dengan vaksin MMR tetap penting untuk melindungi anak dari campak, gondongan, dan rubella, serta umumnya aman diberikan sesuai jadwal imunisasi.
  • Anak dengan flu ringan tanpa demam tinggi biasanya tetap boleh menerima vaksin campak karena kondisi tersebut tidak mengganggu respons imun terhadap vaksin.
  • Vaksinasi sebaiknya ditunda jika anak mengalami sakit sedang hingga berat, sementara dalam situasi wabah campak, pemberian vaksin bisa dipercepat demi perlindungan optimal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Anak sedang pilek, batuk, atau tampak kurang fit menjelang jadwal imunisasi campak? Banyak orang tua langsung ragu, takut kalau vaksin justru memperparah kondisi si kecil. Padahal, di sisi lain, imunisasi campak tetap penting untuk melindungi anak dari penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi serius.

Sebenarnya, bolehkah imunisasi campak saat anak sedang flu? Jawabannya dalam banyak kasus, boleh. Namun, tentu ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk tetap vaksin atau menundanya.

1. Imunisasi campak

Imunisasi campak umumnya diberikan dalam bentuk vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella). Vaksin ini melindungi anak dari tiga penyakit sekaligus: campak, gondongan, dan rubella.

Vaksin MMR sangat efektif dan aman diberikan sesuai jadwal imunisasi. Biasanya dosis pertama diberikan saat anak berusia 9–12 bulan dan dilanjutkan dengan dosis berikutnya setelah usia 12 bulan.

Karena vaksin MMR adalah vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated vaccine), sebagian orang tua khawatir jika diberikan saat anak sedang flu. Padahal, kondisi flu ringan tidak selalu menjadi alasan untuk menunda vaksinasi.

2. Kapan tetap aman dilakukan?

Penyakit ringan bukan alasan untuk menunda imunisasi rutin. Flu ringan dengan gejala seperti pilek, batuk ringan, demam ringan, dan nafsu makan sedikit berkurang umumnya tidak menjadi masalah untuk pemberian vaksin.

Anak dengan infeksi saluran pernapasan atas ringan juga tetap dapat membentuk respons imun yang baik terhadap vaksin MMR. Efek sampingnya pun tidak lebih tinggi dibandingkan anak yang benar-benar sehat. Artinya, jika anak hanya mengalami flu biasa tanpa demam tinggi dan masih terlihat cukup aktif, imunisasi campak biasanya tetap bisa dilakukan.

3. Kapan sebaiknya ditunda?

ilustrasi imunisasi anak (unsplash.com/CDC)

Meski flu ringan aman, tetapi kondisi berbeda jika anak mengalami sakit sedang hingga berat. Biasanya, anak disarankan menunda vaksin jika mengalami:

  • Demam tinggi.

  • Terlihat sangat lemas.

  • Mengalami infeksi serius.

  • Tampak sangat tidak nyaman atau rewel ekstrem.

Penundaan ini bukan karena vaksin campak berbahaya, tetapi lebih untuk menjaga kenyamanan anak dan menghindari kebingungan antara gejala penyakit dengan reaksi pascaimunisasi. Misalnya, demam akibat flu bisa saja disalahartikan sebagai efek samping vaksin. Biasanya, dokter akan menyarankan menunggu sampai kondisi anak membaik sebelum vaksin diberikan.

4. Situasi khusus saat wabah campak

Dalam kondisi wabah campak, kebijakan bisa sedikit berbeda. Dalam situasi risiko tinggi, program kesehatan masyarakat dapat memberikan vaksin campak bahkan pada bayi usia 6 bulan, meski memiliki gejala ringan. Ini karena risiko terkena campak jauh lebih besar dibanding risiko teoritis vaksinasi saat sakit ringan.

Namun, dosis yang diberikan sebelum usia 12 bulan biasanya tidak dihitung sebagai bagian dari jadwal rutin. Anak tetap perlu mendapatkan dua dosis lagi setelah berusia 12 bulan agar perlindungannya optimal.

Untuk anak dengan kondisi khusus, seperti gangguan imun atau yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan, konsultasi dengan dokter anak sangat penting. Ini karena vaksin hidup seperti MMR digunakan dengan lebih hati-hati pada kelompok ini.

5. Tips untuk orang tua

Kalau anak sedang flu menjelang jadwal imunisasi, coba perhatikan beberapa hal ini:

  • Ukur suhu tubuhnya. Jika tidak ada demam tinggi, biasanya aman.

  • Lihat kondisi umum anak. Apakah masih aktif dan responsif?

  • Konsultasikan ke dokter atau petugas imunisasi sebelum penyuntikan.

  • Jangan menunda terlalu lama tanpa alasan medis jelas karena risiko campak tetap ada.

Pada akhirnya, flu ringan tidak otomatis membatalkan imunisasi campak. Keputusan lebih ditentukan oleh seberapa berat kondisi anak, ada tidaknya demam tinggi, serta apakah ada penyakit penyerta. Jika merasa ragu, berkonsultasilah dengan dokter anak. Imunisasi tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk melindungi buah hati dari penyakit campak yang bisa menyebabkan komplikasi serius.

Referensi

"Vaccination and Management of Obstetric–Gynecologic Patients During a Measles Outbreak." American College of Obstetricians and Gynecologists. Diakses pada Maret 2026.

"Measles Vaccination." CDC. Diakses pada Maret 2026.

"Measles Vaccine Recommendations." CDC. Diakses pada Maret 2026.

"Can I Get Vaccinated Against Measles If I Have a Cough or The Flu? What You Should Know Before Getting The Vaccine." CDMX Secreta. Diakses pada Maret 2026.

"Measles Vaccines: Canadian Immunization Guide." Government of Canada. Diakses pada Maret 2026.

"Measles." WHO. Diakses pada Maret 2026.

Editorial Team