ilustrasi suplemen melatonin (pexels.com/Kelly Lacy)
Pola kerja melatonin berkaitan dengan pengaturan waktu tidur dan ritme sirkadian.
Untuk insomnia kronis pada orang dewasa, bukti manfaatnya masih tidak konsisten. Pedoman American Academy of Sleep Medicine (AASM) dan American College of Physicians (ACP) tidak menemukan bukti yang cukup kuat untuk merekomendasikan melatonin sebagai terapi rutin insomnia kronis.
Metaanalisis tahun 2023 terhadap melatonin prolonged release (obat dengan pelepasan berkepanjangan) memang menemukan bahwa melatonin dapat mempercepat waktu tertidur, tetapi efek rata-ratanya relatif kecil, yakni sekitar 5–6 menit lebih cepat dibanding plasebo.
Sementara itu, untuk insomnia kronis, rekomendasinya adalah terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) sebagai terapi awal. CBT-I membantu memperbaiki kebiasaan, pola pikir, dan perilaku yang mempertahankan masalah tidur, bukan cuma membantu seseorang mengantuk pada malam hari.