ilustrasi sesak napas (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
Paparan gas SO2 dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan gangguan pernapasan yang lebih serius. Dilansir Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), paparan SO2 pada kadar tinggi dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan. Kondisi ini bisa membuat seseorang mengalami sesak napas yang lebih berat.
Orang dengan asma atau penyakit paru lainnya juga dapat lebih rentan terhadap dampak paparan SO2. Risiko gangguan pernapasan meningkat ketika seseorang menghirup gas dengan konsentrasi tinggi dalam waktu tertentu. Itulah kenapa, masyarakat perlu menghindari sumber paparan dan segera mencari tempat dengan udara yang lebih bersih ketika tercium bau menyengat atau muncul keluhan pernapasan.
Gas sulfur dioksida atau SO2 dari aktivitas gunung api dapat mengganggu saluran pernapasan, terutama ketika seseorang terpapar dalam konsentrasi tinggi. Karena itu, penting untuk mengurangi paparan dan segera menjauh dari area yang udaranya terkontaminasi gas vulkanik jika muncul keluhan pernapasan. Jadi, tetaplah waspada dan jaga diri selama aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
Referensi
“Sulfur Dioxide Basics.” U.S. Environmental Protection Agency (EPA). Diakses pada Agustus 2026.
“Air Pollution.” World Health Organization (WHO). Diakses pada Agustus 2026.
“Sulfur Dioxide | Medical Management Guidelines.” Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), CDC. Diakses pada Agustus 2026.
“Sulfur Dioxide.” Agency for Toxic Substances and Disease Registry (ATSDR), CDC. Diakses pada Agustus 2026.