Kenaikan angka diagnosis tidak berarti setiap perbedaan perilaku perlu langsung dianggap gejala autisme.
Pada anak, penilaian melibatkan riwayat perkembangan dari orang tua atau pengasuh serta pengamatan profesional terhadap perilaku dan perkembangan. Skrining membantu menentukan apakah evaluasi lebih lanjut diperlukan, tetapi hasil skrining saja bukan diagnosis.
Jika orang tua khawatir akan perkembangan komunikasi, interaksi sosial, perilaku, permainan, atau respons sensorik anak, bicarakan dengan dokter dan minta evaluasi perkembangan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemantauan perkembangan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan anak rutin.
Pada remaja atau perempuan dewasa yang baru mulai mempertimbangkan kemungkinan autisme, evaluasi sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional yang memahami variasi presentasi autisme berdasarkan usia dan jenis kelamin. Riwayat sejak kecil—misalnya laporan sekolah, pengalaman sosial, pola minat, sensitivitas sensorik, serta informasi dari keluarga—dapat membantu proses penilaian.
Penelitian baru ini berasal dari satu sistem kesehatan di wilayah Midwest Amerika Serikat, 81,5 persen peserta berkulit putih, dan penelitian hanya memasukkan orang yang terus menggunakan sistem kesehatan tersebut selama sembilan tahun. Diagnosis juga diidentifikasi dari kode rekam medis tanpa validasi ulang menggunakan instrumen diagnostik standar. Karena itu, hasilnya tidak dapat langsung dianggap mewakili seluruh populasi.
Referensi
Erick Messias, Emily Casanova, Regina Huang, Siri Battula, Rachel Loftin, McKenna Walsh, dan Ping-I Lin, “Autism Spectrum Disorder Incidence by Age and Sex in a US Health Care System, 2016 to 2024,” JAMA Network Open 9, no. 7 (2026): e2624561, https://doi.org/10.1001/jamanetworkopen.2026.24561. Baca penelitian di JAMA Network Open
World Health Organization, “Autism,” diakses Agustus 2026.
María Tubío-Fungueiriño et al., “Social Camouflaging in Females with Autism Spectrum Disorder: A Systematic Review,” Journal of Autism and Developmental Disorders 51 (2021): 2190–99, https://doi.org/10.1007/s10803-020-04695-x.
Centers for Disease Control and Prevention, “Screening for Autism Spectrum Disorder,” diakses Agustus 2026.
ScienceAlert, “Autism Diagnoses Spiked After COVID-19, But Probably Not For The Reason You Think,” diakses Agustus 2026.