Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Efek Makan Opor dan Rendang Berhari-hari, Awas Kolesterol Naik
ilustrasi opor ayam (freepik.com/jcomp)
  • Konsumsi opor dan rendang berhari-hari bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat karena kandungan lemak jenuh dari santan dan daging, berisiko memicu penyakit jantung serta stroke.

  • Makan opor dan rendang secara berlebihan tanpa aktivitas fisik dapat menyebabkan surplus kalori yang memicu kenaikan berat badan hingga obesitas.

  • Asupan tinggi lemak namun rendah serat dari opor dan rendang bisa mengganggu keseimbangan mikrobioma usus, menurunkan keragaman bakteri baik, serta memengaruhi sistem pencernaan dan imun tubuh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Opor ayam dan rendang sering ada di rumah saat Lebaran. Lezat dan gurihnya tak perlu dipertanyakan lagi, ya! Karena sering dimasak dalam jumlah besar atau akumulasi kiriman dari teman/tetangga/kerabat, tak jarang kamu makan duo ini beberapa hari berturut-turut untuk menghabiskannya. Niatnya baik memang, tetapi sayangnya ini bisa berdampak pada kesehatan.

Opor dan rendang umumnya mengandung santan, lemak, serta kalori yang cukup tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan dalam waktu berdekatan tanpa diimbangi pola makan yang seimbang, ini dapat memengaruhi sistem pencernaan hingga metabolisme tubuh.

Penting untuk memahami bagaimana efek konsumsi makanan tinggi lemak dan santan secara berulang terhadap tubuh, serta bagaimana cara menyiasatinya agar tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengorbankan kesehatan.

1. Konsumsi berulang bisa meningkatkan kolesterol jahat

Opor dan rendang sama-sama dikenal sebagai makanan tinggi lemak, terutama lemak jenuh yang berasal dari santan dan daging berlemak. Jika dikonsumsi secara berturut-turut dalam beberapa hari, asupan lemak jenuh ini bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dalam darah.

Kadar LDL yang tinggi bisa memicu penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Dalam jangka panjang, bisa terjadi penyempitan pembuluh darah yang dapat mengganggu aliran darah ke organ vital seperti jantung dan otak. Jika tidak dikendalikan, risiko penyakit seperti serangan jantung dan stroke meningkat.

Karena alasan itulah konsumsi opor dan rendang sebaiknya tidak berlebihan dan tetap diimbangi dengan makanan tinggi serat seperti sayur dan buah untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap stabil.

2. Berisiko menyebabkan kenaikan berat badan jika dimakan dalam jumlah banyak

ilustrasi timbangan (pexels.com/foto oleh SHVETS production)

Selain memengaruhi kadar kolesterol, konsumsi opor dan rendang secara berturut-turut juga dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Kedua makanan ini umumnya tinggi lemak, yang berarti juga tinggi kalori.

Sebagai gambaran, lemak mengandung sekitar 9 kalori per gram. Ini lebih tinggi dibanding karbohidrat dan protein yang hanya sekitar 4 kalori per gram.

Ketika opor dan rendang dikonsumsi dalam porsi besar dan berulang tanpa diimbangi aktivitas fisik atau pola makan seimbang, tubuh bisa mengalami surplus kalori, yaitu kondisi ketika asupan energi melebihi kebutuhan. Kelebihan kalori ini kemudian disimpan sebagai lemak di dalam tubuh.

Kalau kebiasaan ini berlangsung terus-menerus, risiko kenaikan berat badan hingga obesitas pun meningkat. Jadi, penting untuk mengatur porsi makan dan tidak menjadikan opor serta rendang sebagai menu utama setiap hari selama periode libur Lebaran.

3. Berisiko mengganggu kesehatan mikrobioma usus

Konsumsi opor dan rendang berhari-hari juga memengaruhi kesehatan sistem pencernaan, khususnya mikrobioma usus. Kedua makanan ini umumnya tinggi lemak namun rendah serat, terutama jika tidak diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah.

Menurut studi, diet yang tinggi lemak dan rendah serat bisa mengurangi keragaman mikrobioma usus dan mendorong pertumbuhan bakteri proinflamasi dibandingkan bakteri bermanfaat. Ini bisa berdampak pada proses pencernaan, pengaturan peradangan, hingga perlindungan tubuh dari patogen.

Ketika keseimbangan mikrobioma terganggu, fungsi penting seperti pemecahan lemak dan regulasi sistem imun juga dapat ikut terdampak. Karena itu, saat menikmati opor dan rendang, penting untuk tetap mengonsumsi makanan tinggi serat agar kesehatan usus tetap terjaga.

Makan opor dan rendang selama periode Lebaran tidak dilarang, tetapi sebaiknya tetap dibatasi agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan. Mengatur porsi, menyeimbangkan dengan sayur dan buah, serta tetap aktif bergerak dapat membantu tubuh tetap sehat tanpa harus menolak hidangan Idul Fitri.

Referensi

"Fats in Foods". American Heart Association. Diakses pada Maret 2026.

Zhang, Ping. “Influence of Foods and Nutrition on the Gut Microbiome and Implications for Intestinal Health.” International Journal of Molecular Sciences 23, no. 17 (August 24, 2022): 9588.

Froyen, Erik. “The Effects of Fat Consumption on Low-density Lipoprotein Particle Size in Healthy Individuals: A Narrative Review.” Lipids in Health and Disease 20, no. 1 (August 6, 2021): 86.

Editorial Team