Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Mudik Bisa Bikin Jerawatan? Ini Penyebabnya

Kenapa Mudik Bisa Bikin Jerawatan? Ini Penyebabnya
ilustrasi wajah berjerawat (pixabay.com/yiyiphotos)
Intinya Sih
  • Stres perjalanan dan kurang tidur saat mudik dapat memicu perubahan hormon yang meningkatkan produksi minyak di kulit.

  • Keringat, polusi, dan udara lembap selama perjalanan dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.

  • Perubahan pola makan dan kebersihan kulit selama perjalanan juga berkontribusi pada munculnya jerawat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu menyadari gak ada jerawat muncul di wajah saat atau setelah mudik? Jangan kesal dulu. Ternyata, kondisi ini cukup umum, terutama ketika rutinitas harian berubah secara drastis.

Kulit merupakan organ yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan dan gaya hidup. Faktor seperti stres, kurang tidur, keringat berlebih, serta pola makan yang berubah dapat memengaruhi produksi minyak dan kondisi pori-pori.

Jerawat muncul ketika pori-pori kulit tersumbat oleh minyak (sebum), sel kulit mati, dan bakteri. Selama perjalanan mudik, beberapa kondisi dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya proses tersebut.

Table of Content

1. Stres dan kurang tidur saat perjalanan

1. Stres dan kurang tidur saat perjalanan

Perjalanan panjang sering kali membuat tubuh mengalami stres fisik maupun mental. Macet di jalan, jadwal perjalanan yang padat, serta kelelahan dapat memengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

Ketika kamu mengalami stres, tubuh meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini diketahui dapat merangsang kelenjar sebasea di kulit untuk menghasilkan lebih banyak minyak.

Penelitian menunjukkan bahwa stres psikologis berkaitan dengan peningkatan produksi sebum dan memperburuk kondisi jerawat pada sebagian individu.

Kurang tidur juga dapat memperparah kondisi ini. Tidur yang tidak cukup dapat memengaruhi proses regenerasi kulit dan meningkatkan respons inflamasi dalam tubuh, yang pada akhirnya berkontribusi pada munculnya jerawat.

2. Keringat, debu, dan polusi

Ilustrasi pemudik di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Ilustrasi pemudik di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Selama perjalanan mudik, banyak orang berada dalam lingkungan yang lebih panas, lembap, dan berdebu dibandingkan aktivitas sehari-hari.

Keringat yang bercampur dengan minyak alami kulit dapat membuat pori-pori lebih mudah tersumbat. Jika kulit tidak dibersihkan dengan baik, kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.

Menurut penelitian, paparan polusi udara juga dapat meningkatkan stres oksidatif pada kulit dan memperburuk kondisi jerawat dengan memicu peradangan.

Selain itu, kebiasaan menyentuh wajah selama perjalanan, misalnya saat merasa gerah atau lelah, dapat memindahkan bakteri dari tangan ke kulit wajah.

3. Perubahan pola makan selama mudik

Saat mudik, biasanya pola makan juga berubah. Kamu akan banyak makan makanan di restoran atau rumah makan, atau hidangan khas saat sudah sampai kampung halaman.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti makanan olahan dan minuman manis, dapat meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Peningkatan insulin dapat memicu produksi hormon yang merangsang kelenjar minyak di kulit.

Diet tinggi karbohidrat olahan berpotensi memperburuk jerawat pada sebagian orang. Selain itu, makanan tinggi lemak atau produk susu tertentu juga dilaporkan dalam beberapa studi memiliki hubungan dengan peningkatan kejadian jerawat, meskipun mekanismenya masih terus diteliti.

4. Perubahan rutinitas perawatan kulit

Ilustrasi mencuci muka sebelum tidur.
ilustrasi mencuci muka sebelum tidur (pexels.com/Miriam Alonso)

Faktor lain yang sering terabaikan adalah perubahan rutinitas perawatan kulit selama perjalanan.

Saat mudik, banyak orang tidak membawa seluruh produk perawatan yang biasa digunakan. Ada juga yang melewatkan langkah pembersihan wajah karena kelelahan setelah perjalanan panjang.

Padahal, menjaga kebersihan kulit sangat penting untuk mencegah penumpukan minyak, keringat, dan kotoran.

Kamu disarankan untuk mencuci wajah secara lembut dua kali sehari serta setelah berkeringat untuk membantu mencegah pori-pori tersumbat.

Langkah sederhana seperti membersihkan wajah dengan pembersih ringan atau menggunakan tisu wajah dapat membantu menjaga kondisi kulit selama perjalanan.

Perjalanan panjang dapat membawa berbagai perubahan pada tubuh, mulai dari stres, kurang tidur, hingga paparan panas dan polusi, yang semuanya dapat memengaruhi kondisi kulit. Selain itu, perubahan pola makan dan rutinitas perawatan kulit selama perjalanan juga berkontribusi pada meningkatnya risiko pori-pori tersumbat dan peradangan pada kulit.

Menjaga kebersihan wajah, cukup tidur, serta memperhatikan pola makan dapat membantu meminimalkan risiko jerawat selama mudik. Dengan persiapan sederhana, kulit tetap dapat terjaga sehat meskipun aktivitas dan rutinitas berubah selama masa mudik.

Referensi

American Academy of Dermatology. “Acne: Overview.” Diakses Maret 2026.

Ifrah Siddiqui, Ubaid Rais, and Mehak Tahir, “Exploring Stress-Induced Mechanisms in Acne Pathogenesis,” Research Square (Research Square), May 29, 2024, https://doi.org/10.21203/rs.3.rs-4477781/v1.

Li Wen et al., “Relationship Between Acne and Psychological Burden Evaluated by ASLEC and HADS Surveys in High School and College Students From Central China,” Cell Biochemistry and Biophysics 71, no. 2 (October 21, 2014): 1083–88, https://doi.org/10.1007/s12013-014-0312-y.

Tamara Schikowski and Anke Hüls, “Air Pollution and Skin Aging,” Current Environmental Health Reports 7, no. 1 (January 11, 2020): 58–64, https://doi.org/10.1007/s40572-020-00262-9.

Claudio Conforti et al., “Acne and Diet: A Review,” International Journal of Dermatology 61, no. 8 (August 22, 2021): 930–34, https://doi.org/10.1111/ijd.15862.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More