Pencegahan dimulai dari keamanan makanan.
Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum serta setelah menangani buah dan sayur mentah.
Cuci semua buah dan sayur di bawah air mengalir sebelum dimakan, dipotong, atau dimasak.
Menyikat produk yang keras seperti melon dan mentimun.
Membuang bagian buah atau sayur yang rusak atau memar.
Segera dinginkan buah dan sayur yang sudah dipotong, dikupas, atau dimasak.
Namun, pencegahan tidak selalu sempurna. Belum sepenuhnya diketahui bagaimana Cyclospora masuk ke makanan dan air, dan desinfeksi kimia rutin pada makanan atau air kemungkinan tidak membunuh Cyclospora, terutama di wilayah endemik.
Kesimpulannya, Cyclospora layak diwaspadai ketika mengalami diare cair yang menetap atau hilang timbul, terutama setelah makan produk segar mentah. Kuncinya adalah mengenali gejala, mencari pemeriksaan yang tepat, menjaga hidrasi, dan memastikan keamanan pangan.
Referensi
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “Surveillance of Cyclosporiasis.” Diakses Juli 2026.
Michigan Department of Health and Human Services. “Infectious Disease Outbreaks: Cyclosporiasis Outbreak.” Diakses Juli 2026.
CDC. “About Cyclosporiasis.” Diakses Juli 2026.
CDC. “Symptoms of Cyclosporiasis.” Diakses Juli 2026.
CDC. “Preventing Cyclosporiasis.” Diakses Juli 2026.
CDC. “Clinical Care of Cyclosporiasis.” Diakses Juli 2026.
U.S. Food and Drug Administration. “Investigations of Foodborne Illness Outbreaks.” Diakses Juli 2026.
Almeria, Sonia, Hediye Nese Cinar, and J. P. Dubey. “Cyclospora cayetanensis and Cyclosporiasis: An Update.” Microorganisms 7, no. 9 (2019): 317.
Goetzman, Justine, Adyneshia Carter, Ana Oliveira, and L. Amanda Ingram. “Outbreak of Cyclosporiasis Among Patrons of a Mexican-Style Restaurant — Limestone County, Alabama, May–June 2023.” Morbidity and Mortality Weekly Report 74, no. 13 (2025): 217–221.