ilustrasi gangguan saluran kemih pada pria (magnific.com/benzoix)
Berikut ini panduan lengkap skrining kesehatan urologi pria berdasarkan kelompok usia beserta rincian indikasi klinisnya.
Usia 30-an: fokus pada program kehamilan dan kesehatan reproduksi
Pada rentang usia ini, pria umumnya berada di puncak masa produktif dan masa keemasan karier. Tekanan pekerjaan yang memicu stres tinggi, kebiasaan merokok, serta pola hidup yang terlalu banyak duduk menjadi pemicu utama gangguan urologi pada usia muda.
Analisis sperma: Skrining ini wajib bagi pria yang sedang merencanakan program kehamilan bersama pasangan. Melalui pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air mani, dokter dapat mengevaluasi kuantitas, pergerakan dan bentuk sperma.
Deteksi dini varikokel: USG testis juga bisa digunakan untuk mendeteksi varikokel, yaitu pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantung testis. Varikokel merupakan salah satu penyebab utama infertilitas pria yang paling sering ditemukan pada usia produktif, namun sering kali tidak disadari.
Usia 45 ke atas: evaluasi fungsi seksual dan gejala awal masalah prostat
Memasuki usia kepala empat, tubuh pria mulai mengalami penurunan produksi hormon testosteron secara perlahan serta berkurangnya elastisitas jaringan saluran kemih.
Evaluasi disfungsi ereksi (impotensi): Disfungsi ereksi sering menjadi penanda adanya kerusakan pembuluh darah. Kondisi ini umumnya berkaitan erat dengan penyumbatan pembuluh darah akibat penyakit jantung koroner, hipertensi, atau diabetes mellitus.
Pemeriksaan fungsi ginjal berkala: Tes darah laboratorium untuk memantau kadar Ureum dan Kreatinin. Skrining ini bertujuan menilai kemampuan filtrasi ginjal dalam menyaring sisa metabolisme, sehingga tanda-tanda gagal ginjal dapat diidentifikasi sejak awal.
Pemantauan gejala berkemih (gejala saluran kemih bagian bawah): Gejala gejala saluran kemih bagian bawah meliputi aliran urine yang melemah, harus mengejan saat berkemih, urine menetes di akhir BAB, atau sering terbangun pada malam hari hanya untuk buang air kecil (nokturia).
Usia 50 tahun ke atas: skrining kanker prostat dan BPH
Saat memasuki usia 50 tahun, pria sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan saluran kemih tahunan. Pada fase ini, kelenjar prostat pria mengalami pertumbuhan sekunder yang rentan memicu keganasan.
Tes PSA (prostate-specific antigen): Pemeriksaan darah sederhana untuk mengukur kadar protein PSA yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Peningkatan kadar PSA dalam darah menjadi indikator awal adanya gangguan pada prostat, termasuk risiko tinggi terkena kanker prostat, bahkan jauh sebelum gejala fisik muncul.
Uroflowmetry: Prosedur diagnostik noninvasif untuk mengukur volume, kecepatan pancaran, dan durasi keluarnya urine saat berkemih. Hasil grafik dari alat uroflowmetry ini membantu dokter menentukan tingkat keparahan sumbatan pada saluran kemih yang umumnya disebabkan oleh pembesaran prostat jinak.