ilustrasi dokter memeriksa bayi (magnific.com/prostooleh)
Bayi perlu mendapatkan pertolongan medis segera jika bibir atau lidah membiru, sulit bernapas atau napasnya makin berat, sangat lemas atau sulit dibangunkan, tidak mampu menyusu, atau tampak pucat/abu-abu dengan sirkulasi yang buruk.
Gejala-gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh penyakit jantung. Infeksi berat, penyakit paru, dan kondisi lain pada bayi juga dapat menghasilkan gejala serupa. Inilah alasan kenapa evaluasi dokter sangat penting.
Untuk gejala yang berkembang lebih perlahan—seperti selalu berkeringat saat menyusu, cepat kelelahan ketika minum susu, atau berat badan tidak bertambah sesuai harapan—pemeriksaan dokter juga diperlukan.
Pada PJB, gejala awal kadang bukan sesuatu yang dramatis. Aktivitas sederhana seperti menyelesaikan satu kali sesi menyusu dapat menjadi petunjuk bahwa jantung bayi harus bekerja jauh lebih keras daripada seharusnya.
Referensi
Belinda Chan, Anne Woodbury, Libbi Hazelwood, and Yogen Singh, “Feeding Approach to Optimizing Nutrition in Infants with Congenital Heart Disease,” Journal of Cardiovascular Development and Disease 12, no. 2 (2025): 38, doi:10.3390/jcdd12020038.
Sarah Peterson et al., “Feeding Challenges in the Newborn with Congenital Heart Disease,” Current Opinion in Pediatrics 34, no. 5 (2022), doi:10.1097/MOP.0000000000001162.
Jihye Lee et al., “Growth Failure in Children with Congenital Heart Disease,” Children 12, no. 5 (2025): 616, doi:10.3390/children12050616.
Katarina Lannering et al., “Screening for Critical Congenital Heart Defects in Sweden,” Pediatrics 152, no. 4 (2023): e2023061949, doi:10.1542/peds.2023-061949.
American Academy of Pediatrics, Section on Hospital Medicine and Committee on Fetus and Newborn, “Newborn Screening for Critical Congenital Heart Disease: A New Algorithm and Other Updated Recommendations: Clinical Report,” Pediatrics 155, no. 1 (2025): e2024069667, doi:10.1542/peds.2024-069667.