Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hepatitis B: HBsAg, Anti-HBs, dan Anti-HBc Apa Bedanya?
ilustrasi membaca hasil tes hepatitis B (pexels.com/Oleksandr P)
  • HBsAg positif menandakan infeksi hepatitis B sedang berlangsung, tetapi perlu pemeriksaan lanjutan seperti HBV DNA, fungsi hati, dan riwayat tes untuk menentukan fase serta kondisi hati.

  • Anti-HBs menunjukkan kekebalan dari vaksinasi atau infeksi yang telah pulih, sedangkan anti-HBc menandakan tubuh pernah atau sedang terpapar virus hepatitis B asli.

  • Pemeriksaan triple panel membantu membedakan infeksi aktif, infeksi lama, kekebalan, atau kerentanan; hasil tertentu seperti isolated anti-HBc memerlukan evaluasi dokter dan kemungkinan tes tambahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah membaca hasil pemeriksaan hepatitis B, kamu mungkin melihat ada singkatan seperti HBsAg, anti-HBs, dan anti-HBc. Wajar kalau kamu bingung.

Sederhananya, HBsAg mencari bagian dari virus, sedangkan anti-HBs dan anti-HBc mencari antibodi yang dibuat tubuh.

Para ahli biasanya merekomendasikan ketiga pemeriksaan tersebut sebagai triple panel karena kombinasinya dapat membedakan infeksi aktif, infeksi lama yang sudah pulih, kekebalan akibat vaksinasi, dan kondisi rentan terhadap hepatitis B.

1. HBsAg menunjukkan adanya infeksi hepatitis B yang sedang berlangsung

Hepatitis B surface antigen (HBsAg) adalah protein pada permukaan virus hepatitis B.

Jika hasilnya reaktif atau positif, antigen virus terdeteksi dalam darah. Ini menunjukkan adanya infeksi hepatitis B yang sedang berlangsung. Namun, satu kali hasil HBsAg positif belum bisa membedakan apakah infeksinya akut (baru terjadi) atau kronis (telah menetap lama dalam tubuh).

Infeksi umumnya dikategorikan kronis jika HBsAg tetap terdeteksi selama sedikitnya 6 bulan. Pemeriksaan tambahan, seperti total anti-HBc, IgM anti-HBc, HBV DNA, dan riwayat hasil sebelumnya, diperlukan untuk menentukan fasenya.

Hasil HBsAg positif juga tidak menjelaskan seberapa berat kerusakan hati atau seberapa aktif virus berkembang biak. Dokter dapat memeriksa HBV DNA, enzim hati, serta tingkat fibrosis hati.

Pedoman WHO 2024 menekankan pentingnya pemeriksaan jumlah virus dan penilaian kondisi hati setelah seseorang terdiagnosis hepatitis B kronis.

2. Anti-HBs merupakan antibodi yang berkaitan dengan kekebalan

Anti-HBs adalah antibodi yang dibentuk tubuh terhadap antigen permukaan hepatitis B. Hasil positif umumnya menunjukkan seseorang memiliki kekebalan terhadap virus.

Kekebalan ini dapat berasal dari dua sumber, yaitu vaksinasi hepatitis B atau infeksi sebelumnya yang sudah pulih.

Anti-HBs tidak dapat membedakan kedua kondisi tersebut jika dibaca sendirian. Nah, di sinilah anti-HBc dibutuhkan.

Apabila anti-HBs positif namun anti-HBc negatif, kekebalannya kemungkinan berasal dari vaksinasi.

Sebaliknya, jika anti-HBs dan anti-HBc sama-sama positif sementara HBsAg negatif, seseorang kemungkinan pernah terinfeksi secara alami dan sudah pulih.

Kadar anti-HBs sedikitnya 10 mIU/mL digunakan sebagai penanda respons perlindungan jika pemeriksaan dilakukan setelah rangkaian vaksin selesai. Namun, antibodi dapat menurun seiring waktu. Karena itu, hasil anti-HBs rendah atau negatif bertahun-tahun setelah vaksinasi tidak otomatis berarti vaksin gagal.

Dalam studi tindak lanjut selama 30 tahun, hanya sekitar separuh peserta yang masih memiliki anti-HBs sedikitnya 10 mIU/mL. Akan tetapi, 88 persen peserta yang antibodinya telah menurun kembali memberikan respons setelah dosis booster. Para peneliti memperkirakan sedikitnya 90 persen masih memiliki bukti perlindungan tiga dekade setelah vaksinasi.

Studi lain juga menemukan respons imun seluler terhadap hepatitis B masih terdeteksi 32 tahun setelah vaksinasi, termasuk pada orang dengan anti-HBs di bawah 10 mIU/mL.

Temuan tersebut terutama berlaku pada orang sehat yang sebelumnya merespons vaksin dengan baik.

Pasien dialisis, orang dengan gangguan sistem imun, serta tenaga kesehatan dengan risiko terpapar darah dapat memiliki aturan pemeriksaan dan vaksinasi ulang yang berbeda.

3. Anti-HBc menunjukkan tubuh pernah atau sedang menghadapi virus hepatitis B yang sebenarnya

ilustrasi organ hati atau liver (unsplash.com/julien Tromeur)

Anti-HBc adalah antibodi terhadap protein inti virus hepatitis B.

Berbeda dengan anti-HBs, anti-HBc tidak terbentuk akibat vaksinasi.

Vaksin hepatitis B menggunakan antigen permukaan, bukan antigen inti. Karena itu, anti-HBc positif berarti tubuh pernah atau sedang menghadapi virus hepatitis B yang sebenarnya.

Ada dua istilah yang perlu dibedakan:

  • Total anti-HBc

Total anti-HBc mencakup antibodi IgM dan IgG. Penanda ini biasanya bertahan seumur hidup setelah seseorang terinfeksi.

Hasilnya dapat ditemukan pada infeksi akut, infeksi kronis, atau infeksi lama yang sudah pulih.

Total anti-HBc tidak dapat menentukan kapan infeksi terjadi jika dibaca tanpa penanda lain.

  • IgM anti-HBc

IgM anti-HBc lebih berkaitan dengan infeksi yang baru terjadi, umumnya dalam 6 bulan terakhir. Kombinasi HBsAg positif dan IgM anti-HBc positif mendukung diagnosis infeksi hepatitis B akut.

Namun, IgM anti-HBc terkadang juga positif ketika infeksi kronis mengalami kekambuhan berat atau reaktivasi. Karena itu, hasilnya tetap perlu dinilai bersama gejala, riwayat pemeriksaan, serta HBV DNA.

Cara membaca kombinasi ketiga tes

HBsAg

Anti-HBs

Total anti-HBc

Kemungkinan arti

Negatif

Negatif

Negatif

Belum pernah terinfeksi dan belum memiliki kekebalan

Negatif

Positif

Negatif

Kebal karena vaksinasi

Negatif

Positif

Positif

Pernah terinfeksi dan sudah pulih

Positif

Negatif

Positif

Sedang terinfeksi; IgM anti-HBc membantu membedakan akut dan kronis

Negatif

Negatif

Positif

Isolated anti-HBc; perlu pemeriksaan lebih lanjut

Tabel di atas merupakan panduan umum. Interpretasi akhir tetap mempertimbangkan riwayat vaksin, waktu pemeriksaan, kondisi sistem imun, kehamilan, penyakit penyerta, dan kemungkinan paparan baru.

Anti-HBc positif sendirian, apa artinya?

Kombinasi HBsAg negatif, anti-HBs negatif, tetapi total anti-HBc positif disebut isolated anti-HBc. Kemungkinannya meliputi:

  • Infeksi lama sudah pulih, tetapi kadar anti-HBs telah menurun.

  • Hasil anti-HBc positif palsu.

  • Periode jendela pada infeksi akut.

  • Infeksi hepatitis B tersembunyi atau occult hepatitis B, ketika HBsAg tidak terdeteksi tetapi HBV DNA masih ada.

  • Varian virus yang tidak dikenali oleh alat pemeriksaan HBsAg tertentu.

Sebuah penelitian berbasis survei populasi Amerika Serikat memperkirakan bahwa 0,8 persen penduduk memiliki isolated anti-HBc. Berdasarkan beberapa penelitian yang dianalisis, sekitar 1,7–4 persen dari kelompok tersebut diperkirakan memiliki HBV DNA yang dapat terdeteksi. Angka ini menunjukkan mengapa isolated anti-HBc sebaiknya tidak diabaikan atau langsung dianggap sebagai infeksi aktif.

Dokter dapat mempertimbangkan pengulangan tes, pemeriksaan HBV DNA, dan evaluasi faktor risiko. Pemeriksaan ini sangat penting sebelum kemoterapi, transplantasi, atau penggunaan obat penekan sistem imun karena infeksi lama dapat aktif kembali.

Apa yang harus dilakukan setelah menerima hasil tes?

ilustrasi berkonsultasi dengan dokter mengenai hasil pemeriksaan hepatitis B (magnific.com/pressfoto)

Jika HBsAg reaktif

Bawa hasil ke dokter untuk dikonfirmasi dan dinilai lebih lanjut. Pemeriksaan dapat mencakup:

  • Total dan IgM anti-HBc.

  • HBV DNA.

  • ALT dan AST.

  • HBeAg dan anti-HBe.

  • Pemeriksaan fibrosis hati.

  • Tes hepatitis D.

Jangan cuma mengandalkan untuk menentukan kebutuhan obat. Tidak semua orang dengan hepatitis B kronis langsung perlu antivirus, tetapi semuanya butuh evaluasi dan pemantauan yang sesuai.

Jika ketiga penanda negatif

Hasil ini umumnya menunjukkan kamu belum pernah terinfeksi dan belum memiliki kekebalan—apabila tidak ada catatan bahwa rangkaian vaksin telah diselesaikan. Diskusikan vaksinasi hepatitis B dengan tenaga kesehatan.

Jika anti-HBs positif dan anti-HBc negatif

Pola ini sesuai dengan kekebalan dari vaksinasi. Simpan catatan vaksin dan hasil pemeriksaan, terutama bagi tenaga kesehatan atau orang dengan risiko terpapar darah.

Jika infeksi lama sudah pulih

HBsAg negatif, anti-HBs positif, dan anti-HBc positif menunjukkan infeksi sebelumnya yang sudah teratasi. Kamu biasanya tidak perlu vaksin hepatitis B.

Namun, jejak virus dapat tetap tersimpan di dalam sel hati. Informasikan riwayat ini kepada dokter sebelum menjalani kemoterapi atau pengobatan yang menekan sistem imun karena terdapat risiko reaktivasi.

Kesimpulannya, HBsAg, anti-HBs, dan anti-HBc memberikan informasi yang berbeda.

HBsAg menunjukkan adanya infeksi yang sedang berlangsung. Anti-HBs berkaitan dengan kekebalan setelah vaksinasi atau pemulihan dari infeksi. Sementara itu, anti-HBc menunjukkan tubuh pernah atau sedang menghadapi virus hepatitis B yang sebenarnya.

Memeriksa ketiganya sebagai triple panel memberikan gambaran yang lebih lengkap: apakah kamu sedang terinfeksi, sudah kebal, pernah terinfeksi, atau masih butuh vaksinasi.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention, “Clinical Testing and Diagnosis for Hepatitis B,” diakses Juli 2026.

Erin E. Conners et al., “Screening and Testing for Hepatitis B Virus Infection: CDC Recommendations—United States, 2023,” MMWR Recommendations and Reports 72, no. 1 (2023): 1–25, https://doi.org/10.15585/mmwr.rr7201a1.

World Health Organization, "Guidelines for the Prevention, Diagnosis, Care and Treatment for People with Chronic Hepatitis B Infection," diakses Juli 2026.

Michael G. Bruce et al., “Antibody Levels and Protection after Hepatitis B Vaccine: Results of a 30-Year Follow-Up Study and Response to a Booster Dose,” Journal of Infectious Diseases 214, no. 1 (2016): 16–22, https://doi.org/10.1093/infdis/jiv748.

Brenna C. Simons et al., “A Longitudinal Hepatitis B Vaccine Cohort Demonstrates Long-Lasting Hepatitis B Virus-Specific Cellular Immunity despite Loss of Antibody against Hepatitis B Surface Antigen,” Journal of Infectious Diseases 214, no. 2 (2016): 273–280, https://doi.org/10.1093/infdis/jiw142.

Philip R. Spradling et al., “Estimated Prevalence and Number of Persons with Isolated Antibody to Hepatitis B Core Antigen and Associated Occult Hepatitis B, United States, 2001–2018,” Journal of Infectious Diseases 225, no. 3 (2022): 465–472, https://doi.org/10.1093/infdis/jiab295.

Curated For You

Editorial Team

Related Article