Hoaks bahwa vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) menyebabkan autisme seharusnya sudah lama mati. Isu ini berasal dari sebuah publikasi tahun 1998 yang telah ditarik karena terbukti bermasalah secara etik dan metodologi, bahkan penelitinya kehilangan izin praktik. Namun, lebih dari dua dekade kemudian, narasi yang sama masih beredar dan membuat sebagian orang tua ragu memberikan imunisasi pada anaknya.
Padahal, berbagai studi besar yang melibatkan jutaan anak di berbagai negara secara konsisten menunjukkan tidak ada hubungan antara vaksin campak, termasuk MMR, dan autisme. Ketua IDAI Jawa Barat, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT(K), menegaskan, mempercayai isu tersebut berarti mengabaikan bukti ilmiah yang sudah sangat jelas.
