Saat air banjir mulai surut atau warga berhasil keluar dari wilayah gempa dan longsor, ancaman kesehatan belum sepenuhnya hilang. Pipa air dapat rusak, toilet tidak berfungsi, listrik mati, sampah menumpuk, dan ratusan orang mungkin harus berbagi ruang yang sama di tempat pengungsian.
Bencana itu sendiri tidak secara langsung menyebabkan wabah penyakit. Risiko infeksi terutama meningkat ketika bencana menyebabkan perpindahan penduduk, kerusakan air dan sanitasi, kepadatan pengungsian, terganggunya layanan kesehatan, serta kondisi lingkungan yang mendukung penularan.
Karena itu, jenis penyakit yang perlu diwaspadai terkait kebersihan pun dapat berbeda bergantung pada situasinya.
