Jus dapat digunakan sebagai sumber karbohidrat kerja cepat saat terjadi hipoglikemia (gula darah rendah).
Ada anjuran 15–15, yaitu ketika glukosa darah berada pada atau di bawah 70 mg/dL, konsumsi sekitar 15 gram karbohidrat cepat serap, tunggu 15 menit, lalu periksa kembali.
Salah satu pilihannya adalah setengah cangkir atau sekitar 120 mililiter jus. Jika kadar gula masih rendah, langkah tersebut dapat diulang.
Praktik ini berbeda dari kebiasaan minum jus setiap hari. Jus dipakai dalam jumlah terukur untuk menangani gula darah rendah, bukan sebagai minuman rutin atau terapi untuk menurunkan gula darah.
Jenis jus yang sebaiknya dihindari oleh pasien diabetes meliputi minuman rasa buah, nektar, dan jus dengan tambahan gula. Jus buah 100 persen masih mungkin dikonsumsi sedikit, tetapi buah utuh menjadi pilihan yang lebih mengenyangkan dan mudah dikontrol porsinya. Jika gula darah sering melonjak atau turun setelah minum jus, bicarakan dengan dokter atau ahli gizi untuk menyesuaikan pola makan dan pengobatan.
Referensi
American Diabetes Association. “Fruit.” Diakses Juli 2026.
World Health Organization. “WHO Calls on Countries to Reduce Sugars Intake among Adults and Children.” Diakses Juli 2026.
Chul Won Lee et al., “Consumption of Fruit Juice and Risk of Type 2 Diabetes Mellitus: A Systematic Review and Meta-Analysis of Cohort Studies,” The American Journal of Medicine (2025), https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40393612/.
Edzard Basch, Steven Gabardi, and Catherine Ulbricht, “Bitter Melon (Momordica charantia): A Review of Efficacy and Safety,” American Journal of Health-System Pharmacy 60, no. 4 (2003): 356–359, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/12625217/.
Mary M. Murphy et al., “100% Fruit Juice and Measures of Glucose Control and Insulin Sensitivity: A Systematic Review and Meta-analysis of Randomised Controlled Trials,” Journal of Nutritional Science 6 (2017): e59, https://doi.org/10.1017/jns.2017.63.
American Diabetes Association. “Signs, Symptoms, and Treatment for Hypoglycemia.” Diakses Juli 2026.