ilustrasi asap rokok (pexel.com/Pixabay)
Tidak semua kasus memiliki penyebab yang dapat ditemukan. National Cancer Institute menjelaskan bahwa para ilmuwan belum mengetahui pemicu pasti pada sebagian besar kanker paru dalam kelompok yang tidak pernah merokok. Kanker dapat terbentuk melalui kombinasi kerusakan DNA yang terjadi secara alami, kerentanan genetik, proses penuaan, dan paparan lingkungan.
Beberapa faktor yang telah diketahui meliputi:
Tidak ikut merokok bukan berarti tidak menghirup zat dari rokok. Paparan asap rokok orang lain meningkatkan risiko kanker paru pada orang dewasa yang tidak merokok sekitar 20–30 persen. Makin lama dan tinggi paparannya, makin besar risikonya.
Radon adalah gas radioaktif alami yang dapat keluar dari tanah dan terakumulasi di dalam bangunan. Gas ini tidak berwarna dan tidak berbau sehingga hanya dapat diketahui melalui pengukuran. WHO menyebut radon sebagai salah satu penyebab penting kanker paru pada orang yang tidak pernah merokok.
Risikonya sangat bergantung pada kadar radon di lingkungan dan durasi paparan. Kondisi geologi serta konstruksi bangunan membuat tingkat paparan berbeda antarwilayah.
Polusi udara luar, terutama partikel halus, telah diklasifikasikan sebagai karsinogen bagi manusia. Analisis IARC memperkirakan sekitar 200 ribu kasus adenokarsinoma paru secara global pada 2022 berkaitan dengan paparan polusi partikel di udara. Beban terbesarnya ditemukan di Asia Timur.
Risiko terbentuk melalui paparan jangka panjang, bersama faktor usia, kondisi tubuh, dan paparan lainnya.
Asbes, arsenik, silika, asap diesel, serta beberapa logam dan bahan kimia di tempat kerja juga dapat meningkatkan risiko. Faktor lain mencakup terapi radiasi pada dada, riwayat penyakit paru tertentu, serta keluarga dekat dengan kanker paru.
Orang Asia Timur dan perempuan terlihat lebih banyak terwakili dalam sejumlah kelompok pasien kanker paru yang tidak pernah merokok. Namun, identitas tersebut bukan penyebab tunggal dan tidak bisa dipakai untuk memprediksi risiko seseorang tanpa mempertimbangkan usia, keluarga, lingkungan, dan kondisi kesehatannya.