Varut Lohsiriwat, “Hemorrhoids: From Basic Pathophysiology to Clinical Management,” World Journal of Gastroenterology 18, no. 17 (January 1, 2012): 2009, https://doi.org/10.3748/wjg.v18.i17.2009.
Satish S.C. Rao, “Constipation: Evaluation and Treatment of Colonic and Anorectal Motility Disorders,” Gastrointestinal Endoscopy Clinics of North America 19, no. 1 (January 1, 2009): 117–39, https://doi.org/10.1016/j.giec.2008.12.006.
Anne Fabrizio, Yewande Alimi, and Anjali Kumar, “Methods of Evaluation of Anorectal Causes of Obstructed Defecation,” Clinics in Colon and Rectal Surgery 30, no. 01 (December 22, 2016): 046–056, https://doi.org/10.1055/s-0036-1593427.
Qing Li et al., “Correlation Between Poor Defecation Habits and Postoperative Hemorrhoid Recurrence,” Frontiers in Surgery 9 (June 17, 2022): 930215, https://doi.org/10.3389/fsurg.2022.930215.
Anthony Lembo and Michael Camilleri, “Chronic Constipation,” New England Journal of Medicine 349, no. 14 (October 1, 2003): 1360–68, https://doi.org/10.1056/nejmra020995.
Adil E Bharucha, Mira M Wouters, and Jan Tack, “Existing and Emerging Therapies for Managing Constipation and Diarrhea,” Current Opinion in Pharmacology 37 (November 22, 2017): 158–66, https://doi.org/10.1016/j.coph.2017.10.015.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). “Urinary Tract Infection in Adults.” Diakses April 2026.
World Health Organization (WHO). “Hand Hygiene Guidelines.” Diakses April 2026.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). “When and How to Wash Your Hands.” Diakses April 2026.
R.R. Brady et al., “Mobile Phone Technology and Hospitalized Patients: A Cross-sectional Surveillance Study of Bacterial Colonization, and Patient Opinions and Behaviours,” Clinical Microbiology and Infection 17, no. 6 (February 15, 2011): 830–35, https://doi.org/10.1111/j.1469-0691.2011.03493.x.
David L. Johnson et al., “Lifting the Lid on Toilet Plume Aerosol: A Literature Review With Suggestions for Future Research,” American Journal of Infection Control 41, no. 3 (October 5, 2012): 254–58, https://doi.org/10.1016/j.ajic.2012.04.330.
7 Kebiasaan di Toilet yang Diam-Diam Bahayakan Kesehatan

Kebiasaan sederhana di toilet dapat memengaruhi kesehatan pencernaan, kulit, hingga sistem kardiovaskular.
Banyak risiko muncul karena kombinasi faktor: postur, durasi, kebersihan, dan kebiasaan berulang.
Perubahan kecil, seperti durasi duduk, teknik membersihkan diri, dan kebersihan tangan, dapat memberikan dampak besar.
Rutinitas di toilet sering terasa otomatis: datang, duduk, selesai, lalu pergi. Namun, di balik aktivitas yang tampak sederhana ini, ada banyak kebiasaan yang diam-diam memengaruhi kesehatan tubuh.
Beberapa kebiasaan bahkan sudah dianggap “normal”, padahal jika dilakukan terus-menerus dapat memicu masalah seperti gangguan pencernaan, infeksi, hingga gangguan pada pembuluh darah.
Memahami apa saja kebiasaa yang perlu dihindari menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Table of Content
1. Duduk terlalu lama di toilet
Duduk terlalu lama di toilet, terutama sambil main gadget, memberi tekanan berlebih pada pembuluh darah di area rektum. Posisi ini dapat meningkatkan risiko wasir, karena aliran darah terhambat dan tekanan intraabdomen meningkat.
Penelitian menunjukkan bahwa durasi duduk yang lama saat buang air besar berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan anorektal. Ketika tubuh berada dalam posisi duduk tanpa aktivitas, gravitasi bekerja melawan sirkulasi darah di area tersebut.
Selain itu, kebiasaan ini dapat “melatih” tubuh untuk buang air besar lebih lama dari yang seharusnya, mengganggu refleks alami usus. Idealnya, proses buang air besar berlangsung singkat dan tanpa perlu mengejan berlebihan.
2. Mengejan terlalu kuat

Mengejan mungkin terasa sebagai cara cepat agar tinja cepat keluar, tetapi tekanan yang berlebihan dapat berdampak serius. Aktivitas ini meningkatkan tekanan dalam rongga perut dan pembuluh darah, yang bisa memicu wasir, fisura ani, hingga prolaps rektum.
Dalam beberapa kasus ekstrem, mengejan kuat juga dapat memicu respons vasovagal, yaitu penurunan denyut jantung dan tekanan darah secara tiba-tiba, yang berisiko menyebabkan pusing atau bahkan pingsan.
Kebiasaan mengejan sering kali terkait dengan sembelit kronis, yang seharusnya ditangani dengan pendekatan diet dan gaya hidup, bukan dipaksa dengan tekanan fisik.
3. Menahan keinginan buang air besar
Menunda keinginan buang air besar terjadi karena kesibukan atau rasa tidak nyaman menggunakan toilet umum. Namun, kalau dilakukan terlalu sering, kebiasaan ini dapat mengganggu refleks alami usus.
Ketika tinja tertahan terlalu lama, tubuh akan menyerap lebih banyak air dari tinja, membuatnya menjadi lebih keras dan sulit dikeluarkan. Ini meningkatkan risiko sembelit dan memperparah kebutuhan untuk mengejan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan gangguan motilitas usus dan membuat pola buang air besar menjadi tidak teratur. Sistem pencernaan sebenarnya bekerja dengan ritme tertentu. Mengabaikannya secara berulang dapat mengacaukan sistem tersebut.
4. Membersihkan dari belakang ke depan

Cara membersihkan area genital setelah buang air memiliki dampak besar terhadap risiko infeksi. Membersihkan dari belakang ke depan dapat memindahkan bakteri dari area anus ke uretra, terutama pada perempuan. Ini meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK). Perpindahan bakteri seperti E. coli merupakan salah satu penyebab utama ISK.
Kebiasaan sederhana seperti arah membersihkan dapat menjadi faktor pencegahan yang signifikan. Membersihkan dari depan ke belakang membantu meminimalkan risiko kontaminasi bakteri.
5. Tidak mencuci tangan dengan benar
Cuci tangan sering dianggap sepele, padahal ini adalah garis pertahanan utama terhadap penyebaran penyakit. Banyak orang mencuci tangan terlalu cepat atau tanpa sabun, yang tidak efektif menghilangkan patogen. Atau, tidak cuci tangan sama sekali!
Mencuci tangan dengan sabun selama minimal 20 detik dapat secara signifikan mengurangi penyebaran bakteri dan virus. Tanpa kebiasaan ini, mikroorganisme dari tinja dapat berpindah ke makanan, wajah, atau benda lain, meningkatkan risiko penyakit seperti diare, infeksi saluran cerna, hingga penyakit pernapasan.
6. Asyik main gadget

Banyak orang membawa smartphone ke toilet. Ini berpotensi menjadi sumber kontaminasi, lho. Permukaan smartphone dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri karena sering disentuh tanpa dibersihkan.
Menurut penelitian, perangkat pribadi seperti smartphone dapat menjadi reservoir bakteri, termasuk yang berpotensi patogen. Ketika digunakan di toilet, risiko kontaminasi meningkat karena paparan mikroorganisme dari lingkungan tersebut.
Selain itu, penggunaan gadget membuat durasi duduk lebih lama, yang kembali meningkatkan risiko wasir. Ini menciptakan efek ganda, yaitu paparan bakteri dan tekanan fisik pada tubuh.
7. Mengabaikan kebersihan toilet
Toilet yang tidak bersih dapat menjadi sumber berbagai patogen, mulai dari bakteri hingga virus. Permukaan seperti dudukan toilet, gagang pintu, dan flush handle sering menjadi titik kontak utama.
Studi menunjukkan bahwa aerosol dari flush toilet dapat menyebarkan mikroorganisme ke lingkungan sekitar. Ini berarti kebersihan tidak hanya soal permukaan, tetapi juga udara di sekitarnya.
Menjaga kebersihan toilet, baik di rumah maupun di tempat umum, serta menghindari kontak langsung dengan permukaan yang tidak higienis merupakan langkah penting untuk mencegah infeksi.
Kebiasaan di toilet mungkin terlihat kecil dan rutin, tetapi dampaknya terhadap kesehatan tidak bisa diabaikan. Dari cara duduk, durasi, hingga kebersihan tangan, setiap detail memiliki peran dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Perubahan sederhana dapat membawa perbedaan besar. Duduk lebih singkat, tidak mengejan, menjaga kebersihan, dan lebih sadar terhadap kebiasaan sehari-hari adalah langkah nyata untuk melindungi kesehatan.
Referensi
![[QUIZ] Dari Genre Musik Ini, Kami Tahu Seberapa Stres Kamu Sekarang](https://image.idntimes.com/post/20240203/photo-1487180144351-b8472da7d491-a0a51f7a58669ba98ac0be589946151c-f0c59367cceff26b5baee28bb42de4ca.jpeg)
![[QUIZ] Pilih Latihan Kekuatan Favoritmu dan Cek Manfaatnya](https://image.idntimes.com/post/20220318/chalo-garcia-o7dfimchmg-unsplash-93029d50041240931489a9706339394a.jpg)
![[QUIZ] Seberapa Jeli Matamu Menebak Member EXO Ini?](https://image.idntimes.com/post/20260205/exo_7438b4ac-131b-4cdb-a9b4-10c846a77239.jpg)

![[QUIZ] Apakah Kamu Punya Kecenderungan NPD? Cek di Sini](https://image.idntimes.com/post/20250625/freepik-29_eed1cb7e-fddb-49f3-a569-893aef034aa0.jpg)






![[QUIZ] Dari Jenis Susu Pilihanmu, Kami Bisa Tebak Karakter Aslimu](https://image.idntimes.com/post/20240518/kenny-eliason-svhxd3kpsty-unsplash-59f506aa441e3192bb4237a4e87b2a36-716a7659c4f602883346783b15993199.jpg)




![[QUIZ] Kami Bisa Tebak Kamu Sudah Siap Lari 10K atau Belum](https://image.idntimes.com/post/20260404/upload_f8a7d95ca0e1f24e62d509a5a9b77266_7a19fbb3-29d8-4864-a113-1df8414d094f.jpg)

