Cohen-Mansfield, J., & Biddison, J. R. (2005). The potential of Wash-and-Dry toilets to improve the toileting experience for nursing home residents. The Gerontologist, 45(5), 694–699. https://doi.org/10.1093/geront/45.5.694
Health. Diakses pada Januari 2026. "5 Benefits of a Bidet."
Healthline. Diakses pada Januari 2026. "The Rest of the World Is Obsessed with Bidets — Here’s Why."
Hsu, K., Chia, J., Jao, S., Wu, C., Yang, H., Mai, C., Fu, C., & Hsiao, C. (2009). "Comparison of clinical effects between warm water spray and sitz bath in post-hemorrhoidectomy period." Journal of Gastrointestinal Surgery, 13(7), 1274–1278. https://doi.org/10.1007/s11605-009-0876-9
Many Bidets. Diakses pada Januari 2026. "7 Bidet Benefits to Revolutionize Your Health."
Ryoo, S., Song, Y. S., Seo, M. S., Oh, H., Choe, E. K., & Park, K. J. (2010). "Effect of electronic toilet system (BIDET) on anorectal pressure in normal healthy volunteers: influence of different types of water stream and temperature." Journal of Korean Medical Science, 26(1), 71. https://doi.org/10.3346/jkms.2011.26.1.71
WebMD. Diakses pada Januari 2026. "Are There Health Benefits to Using a Bidet?"
7 Manfaat Kesehatan Menggunakan Bidet Dibanding Tisu Toilet

- Jika kamu memiliki wasir, menggunakan bidet dengan semprotan air hangat mungkin merupakan solusi yang tepat.
- Bidet benar-benar membantu menjaga kebersihan anal dan genital.
- Bidet meminimalkan risiko penyebaran bakteri karena melibatkan perangkat tanpa sentuhan yang menggunakan air untuk membersihkan area genital.
Siapa sangka, kebiasaan sederhana setelah dari toilet bisa berdampak besar pada kesehatan? Selama ini, banyak orang masih mengandalkan tisu toilet untuk membersihkan area genital. Padahal, cara ini tidak selalu optimal dalam menghilangkan kotoran dan bakteri. Di tengah meningkatnya kesadaran akan kebersihan dan kesehatan, bidet dilirik sebagai alternatif yang lebih higienis dan ramah bagi tubuh.
Bukan cuma soal gaya hidup modern atau ikut-ikutan tren, tetapi karena makin banyak yang merasa ada perbedaan nyata dibanding cara lama.
Apa saja yang membuat bidet dianggap lebih unggul dari tisu toilet jika dilihat dari sisi kesehatan? Ini dia jawabannya.
1. Membersihkan luka
Kalau di area genital atau anus terdapat luka, kamu perlu membersihkannya dengan sangat baik setelah menggunakan toilet. Air dari bidet mungkin tidak menghilangkan bakteri, tetapi sangat efektif menghilangkan sisa kotoran.
Tinja sebenarnya tidak berbahaya selama kulit tidak terluka. Masalah muncul jika ada luka terbuka. Karena itu, membersihkan area dengan lembut menggunakan air mengalir menjadi pilihan yang lebih aman.
2. Lebih bersih
Bidet benar-benar membantu menjaga kebersihan anal dan genital. Dalam sebuah studi tahun 2005 terhadap 22 penghuni panti jompo yang telah memasang toilet bidet, hasilnya menunjukkan bahwa setengah dari penghuni dan staf melaporkan efek positif pada penggunaan toilet. Selain itu, kandungan bakteri urine penghuni juga menurun setelahnya (The Gerontologist, 2005).
3. Membantu mengatasi wasir

Jika kamu memiliki wasir, menggunakan bidet dengan semprotan air hangat mungkin merupakan solusi yang tepat.
Sebuah studi yang membandingkan semprotan air hangat dengan rendaman air hangat untuk orang yang menjalani operasi di sekitar anus mereka tidak menemukan perbedaan dalam penyembuhan luka. Namun, mereka yang berada dalam kelompok semprotan air mengatakan semprotan tersebut jauh lebih nyaman dan memuaskan (Journal of Gastrointestinal Surgery, 2009).
Sebuah studi kecil tentang bidet elektronik yang melibatkan sukarelawan sehat menemukan bahwa semprotan air hangat bertekanan rendah hingga sedang dapat membantu mengurangi tekanan pada anus, sama efektifnya dengan mandi rendam air hangat tradisional. Air hangat juga dapat meningkatkan sirkulasi darah di kulit sekitar anus (Journal of Korean Medical Science, 2011).
4. Meringankan sembelit
Sembelit atau kesulitan buang air besar adalah masalah yang dialami banyak orang. Lalu, apakah bidet bisa membantu mengatasi sembelit? Jawabannya, bisa.
Banyak bidet elektrik punya fitur khusus untuk memudahkan buang air besar agar lebih nyaman. Beberapa dilengkapi mode semprot mirip enema untuk merangsang usus, meski tekanannya bisa terasa kurang nyaman bagi pemilik kulit sensitif atau wasir.
Alternatif yang lebih lembut adalah mode pijat atau pulse wash, yaitu semprotan air dengan tekanan bergantian yang menenangkan area anus sekaligus membantu merangsang keluarnya feses.
5. Meminimalkan risiko penyebaran bakteri
Menyeka dengan tisu membutuhkan penggunaan tangan untuk menggesekkan tisu toilet di area genital dan anal. Kotoran dari tubuh atau tisu toilet dapat berpindah ke tangan dan di bawah kuku. Akibatnya, kuman penyebab penyakit dapat menyebar ke diri sendiri dan orang lain.
Sebaliknya, bidet melibatkan perangkat tanpa sentuhan yang menggunakan air untuk membersihkan area tersebut. Namun, tetap penting untuk mencuci tangan setelah menggunakan toilet, meskipun kamu menggunakan bidet.
6. Mempermudah penyandang disabilitas fisik

Bidet dapat membantu orang-orang yang kesulitan cebok karena disabilitas fisik. Misalnya, lansia dengan risiko jatuh yang tinggi atau orang yang kesulitan bangun dari tempat tidur.
Selain itu, penggunaan bidet juga dapat memberikan kenyamanan bagi ibu hamil atau mereka yang baru melahirkan.
7. Bidet lebih ramah lingkungan
Menggunakan bidet berarti beralih dari tisu toilet atau mengurangi penggunaannya. Selain lebih hemat untuk dompet, beralih dari tisu toilet ke bidet juga lebih ramah lingkungan.
Mengingat jumlah penduduk dunia yang mencapai miliaran orang, menjadikan bidet sebagai kebiasaan umum bisa memberi dampak lingkungan yang sangat signifikan.
Pada akhirnya, beralih dari tisu toilet ke bidet bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga investasi kecil untuk kesehatan jangka panjang yang lebih bersih, aman, dan ramah bagi tubuh.
Referensi


















