Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa 1.000 Hari Pertama Menentukan Perkembangan 80 Persen Otak Anak?
ilustrasi menimbang berat badan bayi (magnific.com/rawpixel.com)
  • Seribu hari pertama hingga usia dua tahun menjadi masa emas yang menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak, sekaligus waktu penting untuk mendeteksi penyimpangan sejak dini.

  • Pada dua tahun pertama, perkembangan otak anak ditargetkan mencapai 80 persen; kebutuhan nutrisi dan stimulasi perlu dipenuhi karena pembentukan koneksi saraf berlangsung pesat.

  • Pemantauan berkala berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala melalui kurva pertumbuhan membantu menilai status gizi, mendeteksi risiko, serta menentukan intervensi atau rujukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pertumbuhan anak ditandai dengan bertambahnya berat badan, tinggi badan, hingga pertambahan umur tulang. Pertumbuhan pada 1.000 hari pertama kehidupan menjadi hal yang sangat penting untuk mendeteksi adanya tanda-tanda sekunder maupun masalah metabolik.

“Seribu hari pertama kehidupan merupakan golden age-nya. Sampai 2 tahun, itu akan menentukan kualitas pertumbuhan dan perkembangannya,” ujar Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A, Subsp. T.K.P.S.(K), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Deteksi bisa dilakukan sebelum terlambat, sehingga penyimpangan pertumbuhan bisa dikenali sejak dini. Diharapkan orang tua bisa melakukan intervensi sebelum kondisinya memburuk.

Perkembangan otak anak

Perkembangan otak pada dua tahun pertama anak seharusnya mencapai 80 persen, bertambah 5 persen satu tahun kemudian dan saat 6 tahun menyentuh titik 95 persen—sudah terbentuk hampir sempurna.

“Jadi ini merupakan periode yang sangat penting yang kita tidak boleh tinggalkan. Bisa terpenuhi harusnya dengan nutrisi dan stimulasinya,” Dr. Ayu menjelaskan.

Pada perkembangan otak, kecepatan pembentukan setiap bagiannya tentu tidak sama pada setiap tahap usia. Bagian-bagian utama otak akan saling terkoneksi satu sama lain dan tersusun dengan pola yang sangat rumit serta rapi.

Kebutuhan otak harus dipenuhi

ilustrasi ibu menidurkan balita (magnific.com/magnific)

Saat anak berusia 6 bulan, pertumbuhan otak mereka masuk pada periode pembuka, sehingga perkembangan sensorik harus betul-betul terpenuhi. Kemudian ketika masuk usia 2 tahun, anak masuk periode kritis.

“Tadi saya sebutkan 2 sampai 3 tahun, 80-85 persen otak itu sudah tumbuh dengan baik dan masuk periode sensitif di usia 6 tahun. Karena periode ini berhubungan erat dengan pembentukan sinaptogenesis dan juga selubung-selubung saraf myelinisasi, kita harus melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan,” lanjut Dr. Ayu.

Pantau dari kurva pertumbuhan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa kebutuhan anak harus dipenuhi. Terdapat lima pilar nurturing care, di antaranya:

  • Pemenuhan kesehatan anak.

  • Pemenuhan gizi yang adekuat.

  • Pengasuhan yang responsif.

  • Terjaminnya keamanan dan keselamatan anak.

  • Memberi kesempatan belajar sejak dini.

Pemantauan pertumbuhan merupakan proses yang berkelanjutan dengan mengukur serta mencatat—melakukan plotting, menilai hasil dari pengukuran tersebut, baik berat badan, panjang badan sampai lingkar kepala—secara berkala. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan standar antropometri untuk mengetahui status gizi dan kecenderungan pertumbuhannya dari waktu ke waktu.

“Dengan melakukan pemantauan, kita bisa menemukan risiko penyimpangan pertumbuhan, kita bisa menilai arah pertumbuhan anak dari waktu ke waktu, bukan hanya sekali ukur. Dengan melakukan pemantauan, ini bisa menjadi suatu acuan kita untuk memberikan intervensi atau bahkan memberikan rujukan yang tepat,” imbuh Dr. Ida.

Curated For You

Editorial Team

Related Article