ilustrasi obat (magnific.com/pressfoto)
Tidak semua kelelahan pada pasien artritis disebabkan langsung oleh penyakit sendinya. Beberapa obat yang digunakan untuk mengendalikan gejala, termasuk pereda nyeri tertentu dan methotrexate, dapat menyebabkan rasa lelah pada sebagian orang.
Selain itu, kondisi lain seperti anemia, gangguan tiroid, diabetes, atau infeksi juga dapat memperparah kelelahan. Pada artritis inflamasi, peradangan yang berlangsung lama dapat memicu anemia sehingga kemampuan darah membawa oksigen berkurang. Akibatnya, tubuh lebih mudah lemas dan cepat lelah.
Karena penyebabnya beragam, kelelahan berkepanjangan tidak boleh langsung dianggap sebagai bagian normal dari artritis. Segera temui dokter jika rasa lelah memberat, baru muncul, atau disertai gejala lain seperti demam, penurunan berat badan tanpa sebab, sesak napas, atau pusing. Dokter dapat menilai apakah keluhan tersebut berkaitan dengan aktivitas penyakit, pengobatan, atau masalah kesehatan lainnya.
Kelelahan pada artritis bukan capek biasa. Peradangan, nyeri, gangguan tidur, kurangnya aktivitas fisik, faktor emosional, efek obat, dan penyakit penyerta dapat berperan. Memahami berbagai penyebabnya penting agar kelelahan dapat ditangani dengan tepat dan tidak terus mengganggu kualitas hidup.
Referensi
Arthritis Foundation. Diakses pada Oktober 2026. "Causes of Fatigue in Arthritis."
Arthritis UK. Diakses pada Oktober 2026. "Coping With and Managing Arthritis Fatigue."
The Arthritis Movement. Diakses pada Oktober 2026. "Arthritis and Fatigue."
The Arthritis Movement. Diakses pada Oktober 2026. "Fighting Fatigue? Tips to help."
The Arthritis Movement. Diakses pada Oktober 2026. "Understanding Fatigue in Arthritis: Why Does Arthritis Make You Tired?"