Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

World Arthritis Day 2026: Kenali Dampak Penyakit Sendi

3 min read
World Arthritis Day 2026: Kenali Dampak Penyakit Sendi
ilustrasi World Arthritis Day (magnific.com/magnific)
  • World Arthritis Day diperingati setiap 12 Oktober. Tema 2026 adalah “Achieve Your Dreams!”, dengan tagar #RMDreams.

  • Angka 1,71 miliar dari WHO mencakup berbagai kondisi otot, tulang, dan sendi—bukan hanya arthritis. Analisis GBD memperkirakan 606,9 juta orang hidup dengan osteoarthritis pada 2021.

  • Di Indonesia, Riskesdas 2018 mencatat penyakit sendi pada 7,3 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas. Angka itu mencakup beberapa jenis penyakit dan tidak setara dengan estimasi osteoarthritis tersendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mengancingkan baju, menggenggam gelas, atau berdiri setelah duduk lama adalah gerakan yang kerap dilakukan tanpa berpikir. Akan tetapi, bagi sebagian orang dengan penyakit sendi atau kondisi rematik, gerakan sederhana bisa terasa menyakitkan atau melelahkan. Keluhan itu juga tak selalu terlihat. Nyeri, kelelahan, dan kekhawatiran soal pekerjaan maupun keluarga bisa berjalan bersama penyakitnya.

Kondisi yang memengaruhi sendi, otot, dan tulang inilah yang menjadi perhatian World Arthritis Day, atau Hari Artritis Sedunia, yang diperingati setiap 12 Oktober. Pada 2026, kampanye yang digerakkan European Alliance of Associations for Rheumatology (EULAR) mengusung tema “Achieve Your Dreams!” dengan tagar #RMDreams. Temanya mengangkat cita-cita dan tujuan orang yang hidup dengan penyakit rematik dan muskuloskeletal, sekaligus menyoroti dukungan yang mereka perlukan: diagnosis lebih dini, akses pengobatan, pemahaman, dan ruang yang inklusif.

  1. Artritis bukan satu jenis penyakit

    Istilah artritis atau radang sendi sering dipakai untuk menyebut masalah pada sendi, tetapi penyakit yang memengaruhi sendi tidak hanya satu macam. Kampanye EULAR membahas kelompok rheumatic and musculoskeletal diseases (RMDs), yang terdiri atas lebih dari 200 kondisi. Di dalamnya ada, antara lain, artritis reumatoid, lupus, gout, dan spondiloartritis.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggunakan cakupan yang lebih luas untuk kondisi muskuloskeletal: lebih dari 150 penyakit atau gangguan yang dapat mengenai sendi, tulang, otot, serta jaringan di sekitarnya. Nyeri punggung, patah tulang, osteoartritis, dan artritis reumatoid termasuk dalam kelompok besar ini.

  2. Berapa banyak orang yang terdampak?

    Ilustrasi radang sendi sebagai gambaran kondisi nyeri dan peradangan pada persendian tubuh manusia.
    ilustrasi radang sendi (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

    WHO memperkirakan sekitar 1,71 miliar orang di dunia hidup dengan kondisi muskuloskeletal, berdasarkan analisis data Global Burden of Disease (GBD) 2019. Angka tersebut mencakup banyak kondisi, bukan hanya penyakit sendi. Disebutkan juga kondisi muskuloskeletal merupakan penyumbang terbesar kebutuhan rehabilitasi di dunia.

    Untuk satu penyakit tertentu, analisis GBD 2021 yang diterbitkan dalam jurnal Medicine pada 2025 memperkirakan 606,9 juta orang mengalami osteoartritis di seluruh dunia pada 2021.

    Di Indonesia, Riskesdas 2018 melaporkan sekitar 7,3 persen penduduk berusia 15 tahun ke atas mengalami “penyakit sendi” berdasarkan diagnosis dokter. Istilah dalam survei itu mencakup osteoarthritis, gangguan akibat kadar asam urat tinggi atau gout, serta artritis reumatoid.

    Sementara itu, analisis GBD 2021 memperkirakan 14,9 juta orang di Indonesia hidup dengan osteoartritis pada tahun 2021, dengan rentang ketidakpastian sekitar 13,1–16,7 juta. Ini merupakan estimasi pemodelan untuk osteoarthritis saja.

  3. Cara ikut memperingati World Arthritis Day

    Untuk ikut berpartisipasi, kamu dapat membagikan materi edukasi dan perangkat kampanye dari World Arthritis Day 2026 EULAR, atau membagikan harapan, tujuan, dan pengalaman pribadi menggunakan tagar #RMDreams.

    Tidak semua orang nyaman menceritakan pengalamannya secara terbuka, dan itu tidak masalah. Mendengarkan cerita orang lain serta membantu menyebarkan informasi yang akurat juga merupakan bentuk dukungan yang berarti.

    Tema "Achieve Your Dreams!" mengingatkan bahwa kehidupan dengan penyakit rematik tidak hanya tentang gejala, pemeriksaan, atau pengobatan. Setiap orang tetap memiliki impian dan tujuan yang ingin dicapai. Karena itu, akses terhadap diagnosis, perawatan, dan dukungan yang tepat dapat membantu mereka tetap menjalani hidup dan mengejar hal-hal yang penting bagi mereka.

    Referensi

    European Alliance of Associations for Rheumatology (EULAR), “World Arthritis Day 2026,” diakses 12 Oktober 2026.

    EULAR, “The EULAR Campaigns,” diakses 12 Oktober 2026.

    World Health Organization, “Musculoskeletal Health,” diakses 12 Oktober 2026.

    Tao Zeng, Wei-Qi Liu, Yao-Hui Zhou, Shu-Feng Ye, dan Zi-Liang Chen, “Osteoarthritis Burden across 204 Countries and Territories during 1990 to 2021: Insights from the Global Burden of Disease Study 2021,” Medicine 104, no. 51 (19 Desember 2025): e46612, https://doi.org/10.1097/MD.0000000000046612.

    Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Laporan Nasional Riskesdas 2018 (Jakarta: Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2019), 175–77, https://repository.kemkes.go.id/book/1323.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More