Sudah buang air besar setelah Idul Adha umumnya masih tergolong normal, terutama jika dipicu perubahan pola makan selama beberapa hari. Kondisi ini biasanya ditandai dengan frekuensi buang air besar yang menjadi lebih jarang, tinja keras dan kering, perut terasa penuh atau begah, hingga harus mengejan saat buang air besar.
Namun, keluhan sebaiknya tidak diabaikan jika buang air besar disertai nyeri hebat, keluar darah, atau berlangsung terlalu lama, karena bisa menandakan gangguan pencernaan yang lebih serius.
Supaya buang air besar lancar, kamu bisa melakukan beberapa cara sederhana ini:
Perbanyak minum air putih agar tinja tidak terlalu keras.
Imbangi konsumsi daging dengan sayur dan buah.
Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki dapat membantu merangsang pergerakan usus.
Kurangi makanan yang terlalu berlemak atau bersantan.
Hindari kebiasaan menahan buang air besar karena dapat memperparah sembelit.
Menikmati olahan daging saat Idul Adha sah saja, tetapi tetap perlu diimbangi pola makan sehat seimbang. Konsumsi serat, cairan, dan aktivitas fisik yang cukup dapat membantu menjaga sistem pencernaan tetap lancar, bebas dari sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.
Referensi
"Constipation". Mayo Clinic. Diakses Mei 2026.
"Tips to Relieve Constipation". Cleveland Clinic. Diakses Mei 2026.
Rollet, Maurane, Torsten Bohn, Farhad Vahid, and On Behalf of the Oriscav Working Group. “Association between Dietary Factors and Constipation in Adults Living in Luxembourg and Taking Part in the ORISCAV-LUX 2 Survey.” Nutrients 14, no. 1 (December 28, 2021): 122. Yang, Jing. “Effect of Dietary Fiber on Constipation: A Meta Analysis.” World Journal of Gastroenterology 18, no. 48 (January 1, 2012): 7378.
Bellini, Massimo, Sara Tonarelli, Federico Barracca, Francesco Rettura, Andrea Pancetti, Linda Ceccarelli, Angelo Ricchiuti, et al. “Chronic Constipation: Is a Nutritional Approach Reasonable?” Nutrients 13, no. 10 (September 26, 2021): 3386.