Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Harus Istirahat Tiap 4 Jam Saat Nyetir Jarak Jauh?

Kenapa Harus Istirahat Tiap 4 Jam Saat Nyetir Jarak Jauh?
ilustrasi menyetir mobil (freepik.com/pvproductions)
Intinya Sih
  • Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 mengatur bahwa pengemudi wajib beristirahat setengah jam setelah berkendara empat jam berturut-turut untuk menjaga keselamatan di jalan.
  • Menyetir terlalu lama tanpa jeda bisa menurunkan konsentrasi, memicu microsleep, memperlambat reaksi, serta menyebabkan kelelahan fisik dan ketegangan otot.
  • Istirahat rutin membantu memulihkan fokus, mengurangi kantuk, meregangkan otot, dan menjaga stamina agar perjalanan jauh tetap aman serta nyaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perjalanan jauh dengan mobil, misalnya mudik, mengharuskan membuat pengemudi terus berkendara selama berjam-jam tanpa jeda. Padahal, aturan mengenai waktu istirahat sebenarnya tertuang dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pada Pasal 90 ayat (3), disebutkan bahwa pengemudi kendaraan bermotor umum wajib beristirahat selama 30 menit setelah berkendara selama 4 jam berturut-turut.

Kenapa harus istirahat tiap 4 jam saat nyetir jarak jauh? Hal ini penting karena mengemudi dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan fisik dan mental yang membuat konsentrasi menurun. Dengan beristirahat secara berkala, tubuh dan pikiran bisa kembali segar sehingga pengemudi tetap fokus dan lebih aman saat melanjutkan perjalanan. Simak penjelasan lengkapnya.

Table of Content

1. Kenapa harus istirahat tiap 4 jam saat nyetir jarak jauh?

1. Kenapa harus istirahat tiap 4 jam saat nyetir jarak jauh?

Mengemudi dalam waktu lama bisa membuat tubuh dan pikiran cepat lelah. Saat terus fokus pada jalan, otak bekerja tanpa jeda untuk memperhatikan kondisi lalu lintas, mengatur kecepatan, serta merespons berbagai situasi di jalan. Aktivitas ini lama-kelamaan dapat memicu kelelahan fisik dan mental sehingga konsentrasi menurun dan tubuh terasa kurang bertenaga.

Karena itu, istirahat secara berkala sangat penting saat menempuh perjalanan jauh, seperti mudik. Dengan berhenti sejenak setiap beberapa jam, kamu bisa meregangkan tubuh, menghirup udara segar, dan memberi waktu bagi pikiran untuk kembali fokus. Cara ini membantu menjaga stamina, meningkatkan kewaspadaan saat mengemudi, sekaligus menurunkan risiko terjadinya kecelakaan di jalan.

2. Dampak menyetir terlalu lama tanpa istirahat

Dampak menyetir terlalu lama tanpa istirahat
ilustrasi menyetir (pexels.com/Baset Alhasan)

Menyetir terlalu lama tanpa jeda bisa memberikan berbagai dampak negatif bagi tubuh dan konsentrasi. Berikut beberapa dampak menyetir terlalu lama tanpa istirahat yang perlu kamu waspadai:

  • Konsentrasi menurun

Mengemudi dalam waktu lama dapat membuat otak kelelahan karena harus terus memproses banyak informasi di jalan. Ketika fokus mulai menurun, kamu bisa lebih mudah terdistraksi, kurang peka terhadap kondisi sekitar, atau terlambat menyadari perubahan situasi di jalan.

  • Risiko microsleep

Microsleep adalah kondisi ketika seseorang tertidur sangat singkat selama beberapa detik tanpa disadari. Hal ini bisa terjadi saat tubuh sangat lelah, termasuk ketika menyetir dalam waktu lama. Meski hanya berlangsung beberapa detik, microsleep sangat berbahaya karena kendaraan tetap melaju tanpa kendali penuh dari pengemudi.

  • Tubuh cepat lelah dan pegal

Duduk dalam posisi sama selama berjam-jam dapat membuat otot punggung, leher, bahu, dan lengan menjadi tegang. Pegal juga bisa muncul karena tangan terus memegang setir dan tubuh jarang bergerak. Tanpa istirahat, kondisi ini bisa membuat perjalanan terasa tidak nyaman dan menurunkan stamina saat mengemudi.

  • Reaksi mengemudi melambat

Kelelahan dan rasa tidak nyaman pada tubuh dapat memperlambat waktu reaksi saat berkendara. Misalnya, ketika kendaraan di depan tiba-tiba mengerem atau situasi di jalan berubah mendadak, pengemudi yang lelah bisa membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons. Kondisi ini tentu dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

3. Manfaat istirahat saat perjalanan jauh

Dengan berhenti sejenak dari aktivitas mengemudi, tubuh dan pikiran memiliki waktu untuk memulihkan energi sehingga kamu bisa kembali berkendara dengan lebih fokus. Berikut beberapa manfaat istirahat saat perjalanan jauh:

  • Mengembalikan fokus dan konsentrasi

Beristirahat sejenak dapat membantu menyegarkan pikiran setelah berkendara dalam waktu lama. Saat otak mendapat jeda dari aktivitas mengemudi yang terus-menerus, kemampuan untuk tetap fokus dan membuat keputusan di jalan bisa kembali optimal.

  • Mengurangi risiko kantuk saat berkendara

Perjalanan jauh sering kali membuat tubuh terasa lelah dan memicu rasa kantuk, terutama jika dilakukan dalam waktu lama tanpa jeda. Dengan berhenti sejenak, kamu bisa menghirup udara segar, berjalan sebentar, atau sekadar meregangkan tubuh.

  • Membantu peregangan otot

Duduk dalam posisi yang sama selama berjam-jam dapat menyebabkan otot menjadi kaku, terutama pada bagian punggung, leher, dan kaki. Aktivitas sederhana seperti berdiri, berjalan sebentar, atau meregangkan kaki dapat membantu mengurangi ketegangan otot sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.

  • Menjaga kondisi fisik tetap fit

Istirahat juga membantu menjaga stamina tubuh agar tetap fit selama perjalanan. Ketika tubuh tidak dipaksa untuk terus duduk dan berkendara dalam waktu lama, risiko kelelahan berlebihan bisa berkurang. Dengan kondisi fisik yang lebih segar, kamu dapat melanjutkan perjalanan dengan lebih aman dan tetap siap menghadapi berbagai kondisi di jalan.

4. Tips aman menyetir jarak jauh

Perjalanan jarak jauh membutuhkan persiapan matang agar tetap aman dan nyaman. Selain memastikan kendaraan dalam kondisi baik, pengemudi juga perlu menjaga stamina dan konsentrasi selama di perjalanan. Agar perjalanan tetap aman dan nyaman, kamu bisa menerapkan beberapa tips berikut:

  • Rencanakan rute perjalanan dan titik istirahat sejak awal
  • Berhenti dan istirahat secara berkala selama perjalanan
  • Bergantian mengemudi jika bepergian dengan pengemudi lain
  • Tidur cukup sebelum memulai perjalanan jauh
  • Minum air putih secara cukup agar tubuh tetap terhidrasi
  • Pilih makanan ringan dan hindari makan terlalu berat
  • Perhatikan tanda-tanda lelah atau kantuk saat berkendara
  • Hindari menyetir terlalu larut malam jika memungkinkan

Itulah beberapa alasan kenapa harus istirahat tiap 4 jam saat nyetir jarak jauh, seperti mudik Lebaran. Berhenti sejenak bukan hanya membuat tubuh lebih segar, tetapi juga membantu menjaga fokus dan keselamatan selama perjalanan. Karena itu, pastikan selalu menyempatkan waktu istirahat agar perjalanan tetap aman hingga tujuan, ya.

FAQ seputar kenapa harus istirahat tiap 4 jam saat nyetir jarak jauh

Kenapa disarankan istirahat tiap 4 jam saat menyetir jarak jauh?

Istirahat setiap beberapa jam membantu mengurangi kelelahan fisik dan mental saat berkendara. Dengan berhenti sejenak, kamu bisa memulihkan fokus dan menjaga konsentrasi agar tetap optimal di jalan.

Berapa lama waktu istirahat yang ideal saat perjalanan jauh?

Umumnya, istirahat sekitar 10–15 menit sudah cukup untuk meregangkan tubuh, berjalan sebentar, dan menyegarkan pikiran sebelum melanjutkan perjalanan.

Apakah minum kopi bisa menggantikan istirahat saat menyetir jauh?

Tidak sepenuhnya. Minum kopi mungkin membantu mengurangi rasa kantuk sementara, tetapi tubuh tetap membutuhkan istirahat agar kembali segar.

Referensi

"How Frequently Should You Take Breaks When Driving Long Distances?". Schmidt & Salita Law Firm. Diakses Maret 2026.
"How Frequently Should You Take Breaks on Extended Drives". JMB Injury Lawyers. Diakses Maret 2026.
"Why Breaks Are Important When Driving Long Distance". Delivery Quote Compare. Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Lea Lyliana
EditorLea Lyliana
Follow Us

Latest in Health

See More