ilustrasi pemeriksaan kehamilan (IDN Times/NRF)
Setelah gempa atau proses evakuasi, jangan menunda pertolongan medis jika ibu hamil mengalami:
Perdarahan dari vagina.
Cairan seperti ketuban keluar.
Nyeri perut yang kuat atau menetap.
Kontraksi atau perut mengencang berulang.
Gerakan janin berkurang dari biasanya setelah usia kehamilan ketika gerakannya sudah rutin dirasakan.
Pingsan, sesak, nyeri dada, atau cedera serius.
Benturan langsung pada perut.
Ibu hamil sangat disarankan untuk tetap melanjutkan pemeriksaan kehamilan sesegera mungkin setelah bencana.
Mengalami gempa saat hamil tidak otomatis berarti janin akan mengalami masalah. Memang ada bukti kelahiran prematur dan berat lahir rendah, tetapi tidak konsisten. Hal yang lebih penting setelah gempa adalah memastikan ibu tidak mengalami cedera, mengenali tanda bahaya kehamilan, serta menjaga akses terhadap pemeriksaan prenatal.
Referensi
Yoshimitsu Wada et al., “Association between Earthquakes and Perinatal Outcomes: A Systematic Review and Meta-analysis,” International Journal of Gynecology & Obstetrics 166, no. 1 (2024): 228–237, https://doi.org/10.1002/ijgo.15369.
Fatih Aktoz, Ali Can Gunes, and Kayhan Yakin, “The Effect of Earthquake Experience on Pregnancy Outcomes: A Systematic Review and Meta-analysis,” European Journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology 291 (2023): 70–75, https://doi.org/10.1016/j.ejogrb.2023.10.002.
Yasna K. Palmeiro-Silva et al., “Effects of Earthquake on Perinatal Outcomes: A Chilean Register-Based Study,” PLOS ONE 13, no. 2 (2018): e0191340, https://doi.org/10.1371/journal.pone.0191340.
Venu Jain et al., “Guidelines for the Management of a Pregnant Trauma Patient,” Journal of Obstetrics and Gynaecology Canada 37, no. 6 (2015): 553–71, https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26334607/.
Centers for Disease Control and Prevention, “Safety Messages for Pregnant, Postpartum, and Breastfeeding Women During Natural Disasters and Severe Weather,” diakses Agustus 2026.
World Health Organization, "Minimum Technical Standards and Recommendations for Reproductive, Maternal, Newborn and Child Health Care for Emergency Medical Teams (Geneva: World Health Organization, 2022)", diakses Agustus 2026.